Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Profil BMKG, Lembaga Pengamat Cuaca hingga Gempa dan Tsunami

Profil BMKG, Lembaga Pengamat Cuaca hingga Gempa dan Tsunami
Gedung InaTEWS BMKG di Kemayoran Jakarta
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merupakan lembaga pemerintah non-departemen yang bertugas memantau kualitas udara, memprediksi cuaca, hingga menyediakan data terkait gempa bumi serta peringatan dini tsunami. 

Melansir dari situs resmi BMKG, lembaga ini berperan dalam melaksanakan pengamatan, pengelolaan data, prakiraan (prediksi), riset, kerja sama, kalibrasi, dan pelayanan meteorologi, klimatologi, kualitas udara, serta geofisika.

Yuk simak profil lembaga BMKG selengkapnya.

  1. 1. Sejarah berdirinya BMKG

    Gempa bermagnitudo 6,5 melanda Tuban, Jawa Timur, Jumat (22/3/2024). (Dok. BMKG)
    Gempa bermagnitudo 6,5 melanda Tuban, Jawa Timur, Jumat (22/3/2024). (Dok. BMKG)

    Sejarah BMKG telah dimulai dari Dr. Onnen, seorang Kepala Rumah Sakit di Bogor pada 1841. Pada 1866, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan sebuah instansi untuk mengobservasu meteorologi bernama Magnetisch en Meteorologisch Observatorium. 

    Lalu, pengamatan gempa pertama kali dilakukan pada 1908. Instansi observasi yang didirikan Belanda berganti nama menjadi Kisho Kauso Kusho di bawah pemerintahan Jepang.

    Berlanjut setelah kemerdekaan Indonesia 1945, Biro Meteorologi di Yogyakarta dan Jawatan Meteorologi Geofisika di Jakarta terpecah. Jawatan sempat diberi nama oleh pemerintahan Belanda menjadi Meteorologisch en Geofisiche Dienst pada 1947.

    Namun, Indonesia berhasil mendapaptkan kedaulatan pada 1949, sehingga nama lembaga tersebut kembali menjadi Jawatan Meteorologi dan Geofisika yang bekerja di bawah Departemen Perhubungan. 

    Pada 1950, Indonesia resmi menjadi anggota Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization atau WMO).

    Selanjutnya, pada 2002 nama Badan Meteorologi dan Geofisika diberikan sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen. Mulai 2008 hingga sekarang, lembaga ini bernama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang ditetapkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009.

  2. 2. Fungsi lembaga BMKG

    Petugas melambaikan tangan kepada pilot pesawat Cessna 208B Grand Caravan EX yang akan terbang membawa persemaian garam untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/3/2024). BNPB bekerja sama dengan BMKG melakukan operasi TMC selama tiga hari sebagai upaya meminimalisir berkumpulnya awan yang berpotensi menimbulkan intensitas hujan tinggi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang rawan bencana hidrometeorologi. (ANTARA/Makna Zaez
    Petugas melambaikan tangan kepada pilot pesawat Cessna 208B Grand Caravan EX yang akan terbang membawa persemaian garam untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/3/2024). BNPB bekerja sama dengan BMKG melakukan operasi TMC selama tiga hari sebagai upaya meminimalisir berkumpulnya awan yang berpotensi menimbulkan intensitas hujan tinggi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang rawan bencana hidrometeorologi. (ANTARA/Makna Zaez

    Dalam menjalankan tugasnya, BMKG memiliki fungsi sebagai berikut:

    1. Koordinasi pengamatan, pengumpulan, dan penyebaran data, pengolahan, analisis dan prakiraan serta riset dan kerja sama pada bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika.

    2. Menyusun rencana dan program kegiatan Balai Besar.

    3. Pelaksanaan riset dan kerja sama, serta pengamatan di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika. 

    4. Pengumpulan, pengolahan, analisis dan prakiraan wilayah serta penyebaran data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika. 

    5. Pemasangan, perawaran, kalibrasi dan perbaikan peralatan meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika dan komunikaasi stasiun-stasiun di wilayahnya. 

    6. Pengelolaan basis data meteorologi, klimatologi, dan geofisika di wilayahnya.

    7. Evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Balai Besar.

    8. Pelaksanaan urusan administrasi dan kerumahtanggaan Balai Besar.

  3. 3. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati membeberkan fakta-fakta mengejutkan mengenai kejadian banjir di Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati membeberkan fakta-fakta mengejutkan mengenai kejadian banjir di Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    BMKG memiliki Balai Besar di lima wilayah, yakni Medan, Tangerang Selatan, Bali, Makassar, dan Jayapura. 

    Masing-masing wilayah beralamat sebagai berikut:

    1.  Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I - Medan

     Jl. Ngumban Surbakti No. 15 Selayang II Medan
     061-8222877
     061-8222878
     061-8222878
     bbmkg1@bmkg.go.id
     https://bbmkg1.bmkg.go.id

    2. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II - Tangerang Selatan

     Jl. KP Bulak Raya Cempaka Putih - Ciputat
     021-7402739
     021-7444338
     021-7426485
     bbmkg2@bmkg.go.id
     https://bbmkg2.bmkg.go.id

    3. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III - Badung

     Jl. Raya Tuban, Badung, Bali.
     0361-751122

     0361-757975
     bbmkg3@bmkg.go.id
     https://bbmkg3.bmkg.go.id

    4. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV - Makassar 

     Jl. Racing Centre No 4 Panaikang KP 1351 Makassar.
     0411-456493
     0411-449243
     0411-449286
     bbmkg4@bmkg.go.id
     https://bbmkg4.bmkg.go.id

    5. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah V - Jayapura

     Jl. Raya Abepura Entrop Kp 1572 Jayapura 99224
     0967-535418
     0967-534439
     0967-534883
     bbmkg5@bmkg.go.id
     https://bbmkg5.bmkg.go.id.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More