Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Hurriyah, mengkritisi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Menurut Hurriyah pidato Prabowo yang berdurasi hampir dua jam itu cenderung fokus pada program-program yang baru, dibandingkan mengevaluasi kinerja selama masa jabatannya dua tahun ini.
"Kalau kita lihat, sedari awal yang dibanggakan adalah capaian di bidang ekonomi dan sosial. Tapi menurut saya ini agak problematik, karena beliau bicara tentang program baru, bukan bagaimana performa pemerintah dalam memperbaiki situasi yang ada, seperti kondisi ekonomi riil atau pendidikan," ujar Hurriyah dalam program Ngobrol Seru by IDN Times, Jumat (14/8/2026).
Hurriyah menyebut Prabowo justru berparadoks. Presiden tidak mengekspose pencapaian terbesarnya selama 21 bulan menjabat di bidang konsolidasi politik. Ia menilai pemerintah berhasil membangun basis dukungan institusional kuat dan lingkup yang luas, yang ditandai dengan keterlibatan DPR, birokrasi, partai politik, militer, hingga kepolisian.
Dominasi tersebut, kata Hurryah, telah bergulir menjadi sebuah konsolidasi politik yang berlebihan.
"Dari sisi governability, dukungan politik yang kuat tentu baik. Namun, karena menjadi excessive (berlebihan), pemerintah justru kehilangan countervailing power atau kekuatan pengimbang yang jelas," jelas Hurriyah.
Ketua Jaringan Cendekiawan Indonesia untuk Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan ini juga menyematkan kekhawatirannya akan kondisi minimnya oposisi. Tanpa kekuatan penyeimbang ini ke depannya berisiko mengaburkan akuntabilitas kebijakan politik di depan publik.
Hurriyah juga menilai pilihan Presiden Prabowo untuk mendominasi pemaparan klaim kebijakan ekonomi daripada menyinggung peta politik nasional, adalah langkah aman untuk menghindari celah hilangnya fungsi check and balances dalam politik demokrasi Indonesia hari ini.
Di akhir diskusi, Hurriyah menyebut satu kata untuk pidato tahunan Presiden Prabowo, "full pradox."