Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rano Karno Sebut Kasus Drone Videografer Amsal Sitepu Aneh Bin Ajaib

Rano Karno Sebut Kasus Drone Videografer Amsal Sitepu Aneh Bin Ajaib
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, Road to Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026, Kamis (3/4/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Rano Karno menilai kasus dugaan korupsi videografer Amsal Christy di Karo sebagai peristiwa aneh yang muncul karena salah paham terhadap proses kerja industri kreatif.
  • Ia menyoroti penyewaan drone sebulan yang hanya dipakai 12 hari dijadikan indikasi korupsi, padahal sistem sewa alat produksi bervariasi dan disesuaikan kebutuhan proyek.
  • Rano menyayangkan kurangnya pemahaman terhadap praktik dunia kreatif di Indonesia, yang membuat pelaku industri sering disalahartikan dalam menjalankan pekerjaan profesional mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN TimesWakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai kasus dugaan korupsi yang menimpa videografer Amsal Christy di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, sebagai peristiwa yang “aneh bin ajaib” dan berpotensi lahir dari kesalahpahaman terhadap proses kerja industri kreatif.

Hal itu diungkapkan Rano dalam Road to Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 di Perpusnas, Kamis (3/4/2026)

"Maka ada satu kejadian aneh bin ajaib yang terjadi di Karo. Ide tidak dihargai, Bang. Bahkan editing nol. Voiceover nol," ujarnya.

1. Penyewaan drone jadi indikasi korupsi

Videografer Amsal Sitepu usai divonis bebas di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (1/4/2026). Dia dinyatakan tidak bersalah dalam perkara korupsi pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo
Videografer Amsal Sitepu usai divonis bebas di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (1/4/2026). Dia dinyatakan tidak bersalah dalam perkara korupsi pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Menurut dia, salah satu hal yang disorot dalam kasus tersebut adalah penyewaan drone selama satu bulan yang hanya digunakan selama 12 hari, yang kemudian dijadikan indikasi korupsi.

"Sehingga itu menjadi menarik, sekarang mereka tahu, oh, inilah kreativitas. Patokannya dia cuma sewa drone sebulan, Bang Iwan, dipakai cuma 12 hari. Inilah indikasinya korupsi," katanya.

2. Logika yang tidak perhatian praktik umum

Videografer Amsal Sitepu usai divonis bebas di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (1/4/2026). Dia dinyatakan tidak bersalah dalam perkara korupsi pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo.
Videografer Amsal Sitepu usai divonis bebas di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (1/4/2026). Dia dinyatakan tidak bersalah dalam perkara korupsi pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Rano menilai logika tersebut tidak mempertimbangkan praktik umum dalam penyewaan alat produksi di industri kreatif.

“Ada sewa per hari, per minggu, per bulan, bahkan per tahun. Kalau sewa harian justru jauh lebih mahal. Dan kalau tidak disewa bulanan, ketika besok mau dipakai, alatnya bisa saja sudah disewa orang lain,” katanya.

3. Kurangnya paham dunia jurnalistik

Videografer Amsal Sitepu usai divonis bebas di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (1/4/2026). Dia dinyatakan tidak bersalah dalam perkara korupsi pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo.
Videografer Amsal Sitepu usai divonis bebas di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (1/4/2026). Dia dinyatakan tidak bersalah dalam perkara korupsi pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Ia menegaskan, keputusan menyewa alat secara bulanan bukanlah indikasi niat korupsi, melainkan bagian dari perencanaan produksi yang lazim dilakukan demi efisiensi biaya dan kepastian ketersediaan alat.

Rano mengaku prihatin karena kasus tersebut mencerminkan masih kurangnya pemahaman terhadap cara kerja pelaku industri kreatif di Indonesia.

"Saya begitu membaca masalah ini jadi makin sedih saya melihat dunia kreatif di Indonesia. Kok begini, gitu. Padahal dunia internasional melihat dunia kreatif Indonesia sebagai potensi besar. Sementara di dalam negeri, kita masih belum sepenuhnya memahami cara kerjanya,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More