4 Pilot Perempuan Dibalik Kemudi Pesawat Kepresidenan Prabowo, Ada Usia 24

- Empat pilot perempuan muda Indonesia dipercaya mengawal penerbangan Presiden Prabowo, menunjukkan peran penting srikandi di dunia aviasi kepresidenan.
- Kapten Tania Citra menjadi pilot perempuan pertama Garuda Indonesia yang menerbangkan presiden dan instruktur termuda Boeing 777 di dunia.
- Selain Tania, ada Kapten Ajeng Mahessa, Yustikasari Diana Putri, dan Gini Setya Rahayu yang masing-masing bertugas menerbangkan pesawat kepresidenan berbeda sesuai misi dan wilayah penerbangan.
Jakarta, IDN Times - Di balik tingginya frekuensi perjalanan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto, ada sosok penting yang bertanggung jawab terhadap keselamatan penerbangan RI-1. Mereka adalah para pilot yang mengemudikan beberapa jenis pesawat berbeda. Yang menarik, pilot yang menerbangkan pesawat kepresidenan merupakan srikandi muda Tanah Air.
Hal itu terungkap dari unggahan media sosial milik Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan di pemerintahan Prabowo, Dirgayuza Setiawan. Dirgayuza bahkan membocorkan ada sosok yang menjadi pilot perempuan termuda di dunia yang menerbangkan Boeing 777. Sosok yang dimaksud adalah Kapten Tania Citra.
"Tania adalah pilot perempuan pertama di Garuda Indonesia sejak 76 tahun Garuda ada. Tania juga menjadi pilot perempuan pertama Garuda Indonesia yang menerbangkan presiden yang sedang menjabat. Sekarang, usianya 31 tahun," demikian ditulis Dirgayuza, dikutip Kamis (28/5/2026).
IDN Times telah meminta izin kepada Dirgayuza untuk mengutip kisah yang dimuat di feed Instagramnya. Tania masuk ke dunia aviasi pada 2013. Setelah 13 tahun berlalu, Tania kini dipercaya menjadi pilot perempuan pertama yang mengawaki pesawat kepresidenan.
1. Tania sempat ditertawakan saat mengaku ingin jadi pilot

Tania pernah berbicara di acara Indonesia Millennial and Gen Z Summit by IDN pada 2022 lalu di The Tribrata, Jakarta Selatan. Ia mengaku pernah ditertawakan ketika mengaku ingin menjadi pilot perempuan.
"Ketika saya masuk ke dunia aviasi pada 2013, itu tabu banget, seorang wanita menjadi pilot. Personally, aku gak tahu ada yang namanya woman pilot in Indonesia. Once aku buka itu ke public, kamu mau jadi apa? Aku bilang 'aku mau jadi pilot.' There were a lot of people laught at me. 'Seriously? Emang ada ya woman pilot di Indonesia?' Tapi ya itu dengan aku membuktikan dan memberikan standar yang lebih, aku selalu mencoba untuk memberikan standar yang lebih, not as a mediocre," ujar Tania ketika itu.
Ia mengatakan, untuk bisa ada di posisinya saat ini, Tania selalu meningkatkan standarnya dan memberikan lebih dari yang ditugaskan kepadanya. Hal tersebut dilakukan secara konsisten.
"Jadi, the only thing that I can do to prove kalau wanita itu juga bisa sama dan lebih dari laki-laki ya I have to give my best and selalu naikin standarku in every single assessment," imbuhnya.
Sementara, Dirgayuza juga menyebut Tania juga merupakan instruktur perempuan termuda di dunia untuk pesawat Boeing 777.
2. Kapten Ajeng Mahessa jadi pilot kepresidenan termuda di dunia

Dirgayuza juga mengenalkan Kapten Ajeng Mahessa yang merupakan pilot pesawat Boeing 737. Di usianya yang ke-30 tahun, Ajeng merupakan pilot pesawat kepresidenan Boeing 737 yang termuda di dunia.
"Ia juga seorang paskibraka nasional di tahun 2011," kata Dirgayuza.
Ajeng bertugas di Skadron Udara 17 dan melayani rute penerbangan rute domestik serta kawasan regional Asia Tenggara.
3. Kapten Yustikasari Diana Putri melayani penerbangan ke kota dan pulau kecil

Dirgayuza juga mengenalkan Kapten Yustikasari Diana Putri yang merupakan pilot dari Skadron Udara 2 di Lanud Halim Perdanakusuma. Ia menerbangkan pesawat CN yang membawa presiden dari kota menuju ke kota lain yang lebih kecil. Atau menerbangkan pesawat kepresidenan ke pulau-pulau kecil.
"Ia juga menerbangkan pesawat untuk berbagai misi kemanusiaan ke daerah dengan runway pendek," kata politisi Partai Gerindra itu.
Yustikasari diketahui merupakan alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2020. Ia merupakan lulusan terbaik program studi teknik elektronika pertahanan AAU 2020.
4. Kapten Gini Setya Rahayu yang menerbangkan pesawat Hercules C-130

Dirgayuza turut mengenalkan pilot perempuan yang menerbangkan pesawat Hercules C-130. Ia adalah Kapten Gini Setya Rahayu yang sehari-hari bertugas di Skadron Udara 31, Halim Perdanakusuma.
"Pesawat Hercules sering digunakan untuk membawa perlengkapan presiden dan menjadi tulang punggung logistik operasi rehabilitasi," kata Dirgayuza.
Gini diketahui merupakan kelahiran 10 Juni 2001 dan kini baru berusia 24 tahun. Ia baru menyelesaikan pendidikan penerbang militernya pada Mei 2024.



















