Ribuan Pelayat Antar Kiai Amal ke Pemakaman Pondok Modern Gontor

- Santri, guru, alumni, dan masyarakat memberikan penghormatan terakhir kepada Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi.
- Kiai Amal berperan besar berdirinya Universitas Darussalam (Unida) Gontor.
- Kiai Amal merupakan putra keempat salah satu pendiri PMDG, KH Imam Zarkasyi.
Jakarta, IDN Times - Ribuan santri, guru, alumni, serta masyarakat mengiringi prosesi salat jenazah dan pemakaman salah satu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi, Minggu (4/1/2026).
Kiai Amal dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga PMDG di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, setelah disalatkan di Masjid Jami’ PMDG.
1. Pelayat memadati lingkungan PMDG sejak pagi

Sejak pagi hari, pelayat memadati lingkungan PMDG untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pimpinan PMDG periode 2020–2026 tersebut. Suasana khidmat menyelimuti prosesi salat jenazah yang dipimpin langsung KH. Hasan Abdullah Sahal. Usai disalatkan, jenazah diusung menuju liang lahat dengan iringan doa dan isak tangis para pelayat.
Dalam sambutannya, Kiai Hasan mengenang almarhum sebagai sosok mujahid pendidikan.
“Saya orang yang paling tahu tentang Pak Amal. Perjuangannya amat panjang dan tidak semuanya bisa disampaikan. Mari kita ikhlaskan beliau, agar dilancarkan perjalanannya,” ujar dia.
2. Kiai Amal berperan besar berdirinya Universitas Darussalam (Unida) Gontor

Kiai Hasan menegaskan almarhum berperan besar hingga berdirinya Universitas Darussalam (Unida) Gontor secara resmi. Kiai Amal merupakan putra keempat salah satu trimurti pendiri PMDG, KH Imam Zarkasyi.
Kiai Amal menamatkan pendidikan KMI pada 1969 dan melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor dari Universiti Malaya pada 2006. Pada 2014, ia dikukuhkan sebagai guru besar Ilmu Kalam.
Sepanjang hidupnya, Kiai Amal mengabdikan diri sebagai pendidik dan akademisi, termasuk menjabat Rektor Unida Gontor, serta aktif di berbagai organisasi pendidikan nasional dan internasional.
3. Kiai Amal wafat usai sakit komplikasi

Kiai Amal wafat di Rumah Sakit Moewardi, Solo, Sabtu (3/1/2026) pukul 12.14 WIB, setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi. Dia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.
Sebagai bentuk penghormatan, seluruh kegiatan santri di PMDG diliburkan, sementara santri di cabang-cabang PMDG melaksanakan salat gaib.















