Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ukraina Ungkap Ratusan Warganya Telah Dilecehkan Tentara Rusia

Ukraina Ungkap Ratusan Warganya Telah Dilecehkan Tentara Rusia
ilustrasi korban pemerkosaan (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Pemerintah Ukraina mengungkap ratusan perempuan menjadi korban rudapaksa oleh tentara Rusia sejak invasi 2022, banyak di antaranya memilih diam karena takut stigma sosial.

  • Kisah tragis Lesya dan Maria menggambarkan kekejaman pasukan Rusia yang membunuh, memperbudak, serta memperkosa warga sipil Ukraina selama pendudukan berlangsung.

  • Otoritas Ukraina menduga jumlah korban jauh lebih besar, sementara upaya negosiasi damai dengan Rusia terus gagal meski pertemuan trilateral terakhir digelar di Jenewa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Ukraina mengungkapkan ratusan warga perempuan mereka telah dirudapaksa pasukan Rusia. Peristiwa tersebut sudah terjadi sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022 lalu.

Menurut laporan investigasi khusus New York Times yang dikutip The Strait Times pada Jumat (20/2/2026), pasukan Rusia banyak yang membunuh suami seorang perempuan di Ukraina. Setelah itu, mereka baru melancarkan aksi bejatnya untuk merenggut kehormatan perempuan-perempuan tersebut. 

Meski begitu, banyak perempuan di Ukraina yang enggan melaporkan kasus pemerkosaan yang terjadi kepada mereka kepada pihak berwenang. Sebab, mereka khawatir kasus tersebut akan merusak nama baik di masyarakat. Oleh karena itu, banyak perempuan Ukraina yang memilih memendam trauma selama bertahun-tahun karena dilecehkan pasukan Rusia daripada harus melapor ke pihak berwenang.

1. Pasukan Rusia memperkosa seorang ekonom yang tinggal di Kiev

Seorang prajurit sedang berjalan.
ilustrasi pasukan Rusia (pexels.com/Jakson Martins)

Lesya, seorang ekonom yang kini berusia 53 tahun, menceritakan pengalamannya dirudapaksa oleh pasukan Rusia. Saat itu, 7 Maret 2022, Lesya dan suaminya, Sasha, mendengar ketukan pintu dari luar rumahnya yang ada di sebuah desa di dekat Kiev. Saat diperiksa, ketukan tersebut ternyata berasal dari dua orang tentara Rusia. Tanpa tedeng aling-aling, Lesya dan suaminya langsung membukakan pintu untuk kedua pasukan Rusia tersebut.

Namun, hari nahas memang tidak ada di kalender. Saat itu, pasukan Rusia malah menangkap dan menarik paksa Lesya ke luar rumah. Kemudian, salah satu pasukan Rusia menembak suaminya hingga tewas, sedangkan satu pasukan lainnya langsung memperkosa Lesya di tempat. “Dia langsung memperkosaku. Tentara yang kedua menembak suamiku di perut dan kaki saat aku diperkosa,” cerita Lesya. 

Beruntungnya, kejadian itu tidak berlangsung lama. Sebab, empat pasukan Rusia lainnya yang juga berada di sekitar rumah Lesya langsung menghentikan aksi bejat yang dilakukan rekannya. "Aku pikir, itu sudah berakhir bagiku. Mereka membawa pisau, senapan, dan granat,” lanjut Lesya.

2. Pasukan Rusia juga memperbudak perempuan Ukraina sebelum merudapaksa mereka

Seorang prajurit sedang mengintai musuh.
ilustrasi pasukan Rusia (pexels.com/Bogdan Didukh)

Kasus serupa juga terjadi kepada seorang pengacara perempuan di Ukraina. Sebut saja namanya Maria. Perempuan yang kini berusia 50 tahun itu menjadi salah satu dari ratusan perempuan Ukraina yang diperkosa tentara Rusia.

Maria menceritakan, dirinya pernah ditangkap sekelompok pasukan Rusia pada Januari 2023. Setelah itu, ia dimasukkan ke dalam mobil bersama seorang pria yang tidak diketahui namanya. Saat itu, mobil tersebut menuju ke Zaporizhzhia. 

Di dalam mobil, Maria mengaku mendengar sebuah percakapan dari seorang pasukan Rusia dengan salah satu koleganya di sebuah radio. “Kau bisa membawa pria itu. Dia akan menggali parit dan menebang kayu untukmu. Sementara, untuk wanita itu, lakukan apa pun yang kau mau padanya,” kata Maria menceritakan isi percakapan pasukan Rusia tersebut.

Sesampainya di Zaporizhzhia, Maria dibawa ke di wilayah perkebunan kecil. Di sana, ia dipaksa menjadi budak oleh pasukan Rusia. Setelah itu, mereka memperkosa Maria dalam keadaan mabuk. “Mereka mabuk, memukuliku, dan dua tentara melecehkanku,” kata Maria.

3. Jumlah korban rudapaksa mungkin jauh lebih banyak

Korban pemerkosaan.
ilustrasi korban pemerkosaan (unsplash.com/Sasun Bughdaryan)

Menurut otoritas Ukraina, jumlah perempuan yang telah diperkosa tentara Rusia mungkin lebih banyak dari perkiraan. Jumlah tersebut bisa meningkat seiring berjalannya waktu jika pasukan Rusia masih melakukan operasi di Ukraina.

Hingga saat ini, pasukan Rusia masih melakukan serangan ke Ukraina. Ukraina sebetulnya sudah berupaya melakukan negosiasi damai dengan Rusia untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata. Namun, upaya tersebut selalu gagal.

Upaya negosiasi perdamaian terakhir yang dilakukan Ukraina terjadi pada Selasa (17/2/2026) dan Rabu (18/2/2026) lalu. Saat itu, Ukraina melakukan pertemuan trilateral tahap ke-3 dengan Rusia dan Amerika Serikat sebagai mediator di Jenewa, Swiss, untuk mendiskusikan gencatan senjata. 

Namun, negosiasi tersebut berakhir nihil. Sebab, pihak Rusia belum juga menyepakati gencatan senjata dengan Ukraina. Ini membuat konflik yang terjadi di antara kedua negara makin alot karena tidak kunjung menemukan kesepakatan bersama soal gencatan senjata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More