Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rp311,2 Miliar Dana Anomali 414 Dapur MBG Dikembalikan via Lima Bank
Kepala BGN, Sudaryono dalam konferensi pers terkait temuan anomali rekening pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kantor BGN, Kamis (31/7/2026). (IDN TIMES/ Lia Hutasoit)
  • BGN mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali rekening pada 414 dapur program Makan Bergizi Gratis.
  • Anomali terdeteksi dari pemeriksaan rekening penerima transfer pusat, meliputi dapur belum beroperasi, rekening ganda, dan rekening untuk dapur yang tidak ada.
  • Pengembalian dana dilakukan melalui lima bank, dengan nilai terbesar lewat BRI Rp137,5 miliar; BGN menyatakan penyisiran rekening masih berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan, rincian pengembalian Rp311,2 miliar ke kas negara dari temuan anomali rekening di 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikembalikan melalui lima bank.

Dana tersebut ditemukan saat BGN menyisir ribuan rekening virtual account milik dapur.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan anomali ditemukan setelah pemeriksaan terhadap rekening yang menerima transfer dana dari pusat. BGN mendapati rekening milik dapur yang belum beroperasi, rekening ganda, hingga rekening untuk dapur yang tidak ada.

"Kita akan terus sisir apakah nanti ada tambahan-tambahan lagi, kita akan update terus. Tapi sejauh sampai dengan kita umumkan di sini, kami kita mendapatkan 414 dapur dan mengembalikan Rp311,2 miliar," kata Sudaryono dalam konferensi pers, Kamis (31/7/2026).

Dari total dana tersebut, Rp137,5 miliar dikembalikan melalui Bank BRI yang berasal dari 121 SPPG. Selanjutnya, Rp74 miliar dikembalikan melalui Bank BNI dari 117 SPPG, kemudian Rp71,6 miliar melalui Bank Mandiri dari 129 SPPG.

Sementara itu, pengembalian melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) mencapai Rp12,9 miliar dari 19 SPPG, sedangkan melalui Bank BTN sebesar Rp15,3 miliar dari 28 SPPG.

Sudaryono menegaskan, penyisiran rekening belum berhenti dan jumlah temuan masih berpotensi bertambah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article