BGN Larang Pertemuan Tertutup, Sudaryono: Semuanya Harus Terang

- Kepala BGN Sudaryono meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center sebagai komitmen membangun tata kelola yang transparan serta akuntabel.
- BGN menerapkan zona hijau untuk pelayanan terbuka dan melarang pertemuan tertutup pejabat dengan mitra, pemasok, maupun pengelola dapur MBG demi mencegah prasangka.
- Seluruh komunikasi dan aduan diwajibkan melalui jalur resmi; BGN menyiapkan WhatsApp, call center, website, serta sistem pelacakan agar laporan dapat dipantau dan ditindaklanjuti.
Jakarta, IDN Times – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center BGN. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen BGN membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Sudaryono mengatakan seluruh pengaduan, konsultasi, maupun permohonan informasi harus disampaikan melalui jalur resmi yang telah disediakan BGN.
"Kita maunya terang benderang, tidak ada yang sembunyi-sembunyi, tidak ada yang diam-diam. Semuanya harus terang benderang," kata Sudaryono di Kantor BGN, Kamis (30/7/2026).
1. BGN terapkan zona hijau

Ia menjelaskan BGN menerapkan konsep "zona hijau" sebagai ruang pelayanan terbuka bagi masyarakat. Sebaliknya, ia melarang adanya pertemuan tertutup antara pejabat BGN dengan pihak yang memiliki kepentingan, seperti mitra, pemasok, maupun pengelola dapur MBG.
"Saya membatasi untuk tidak menerima mereka di ruangan saya. Bukan karena pasti ada yang tidak etis, tetapi agar tidak menimbulkan prasangka atau fitnah," ujarnya.
2. Seluruh jajaran tidak lakukan pertemuan diam-diam

Sudaryono juga mengaku telah menginstruksikan seluruh jajaran BGN agar tidak menerima pihak berkepentingan secara diam-diam. Ia meminta seluruh komunikasi dilakukan melalui mekanisme resmi.
Ke depan, Pusat Pelayanan Terpadu BGN akan dilengkapi dengan layanan WhatsApp, call center, website, serta sistem pelacakan aduan sehingga masyarakat dapat memantau perkembangan setiap laporan yang disampaikan.
"Kalau ada yang belum terselesaikan di level tertentu, nanti akan naik ke meja pimpinan. Kami ingin semua aduan bisa dipantau dan ditindaklanjuti," ucapnya.
3. Batasi pertemuan dengan mitra

Sudaryono mengatakan dirinya membatasi pertemuan langsung dengan mitra, pemasok (supplier), maupun pengelola dapur MBG di ruang kerjanya. Langkah itu dilakukan untuk menghindari munculnya prasangka atau dugaan negatif di tengah masyarakat.
"Belum tentu kalau saya terima kemudian saya bicara hal-hal yang tidak etis. Tapi kalau saya terima, itu membuat orang menduga-duga. Jadilah yang namanya fitnah. Daripada diduga-duga oleh publik, netizen, atau masyarakat, lebih baik itu kita hindarkan," kata Sudaryono.


















