Safari Politik Jokowi: Merawat Pengaruh demi Masa Depan PSI dan Gibran

- Jokowi memulai safari politik nasional dari Lampung sambil mengenakan atribut PSI, menegaskan dukungan terhadap partai yang dipimpin Kaesang dan mendorong kesiapan struktur partai menuju Pemilu 2029.
- Tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi, mencapai lebih dari 75 persen menurut survei nasional, memperkuat citra dan daya tarik politiknya di tengah masyarakat.
- Safari politik Jokowi dinilai sebagai langkah menjaga pengaruh serta memperkuat posisi PSI dan Gibran menjelang Pemilu 2029, meski Gerindra menegaskan fokus pemerintah masih pada agenda kerja saat ini.
Jakarta, IDN Times - Langit pagi di Boyolali masih diselimuti udara sejuk. Sementara matahari belum merekah dengan sempurna ketika mobil Toyota Alphard berhenti tepat di pelataran keberangkatan Bandara Internasional Adi Soemarmo pada Jumat, 26 Juni 2026.
Jarum jam berhenti tepat di pukul enam lewat sepuluh menit, ketika Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo, turun dari kendaraan dengan penampilan yang mencuri perhatian.
Kemeja putih lengan panjang kerap menjadi ciri khas Jokowi. Namun, pagi itu ia menambah kesan berbeda dengan melekatkan logo gajah di bagian dada kanan dan bagian depan topi putih yang dikenakan. Kedua logo itu menampilkan lambang Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Penampilan baru ini demi mengubah citra baru sosok Jokowi.
Jokowi menyampaikan, atribut yang dikenakan itu merupakan kiriman putra bungsunya, sekaligus Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
“Ya, ini dikirimi sama Ketum Kaesang (Ketum PSI) yang saya pakai,” kata Jokowi, menjawab santai pertanyaan jurnalis pagi itu.
1. Jokowi dan agenda besar PSI di Pemilu 2029

Jumat, 26 Juni 2026, Jokowi memulai safari politik ke seluruh Indonesia dengan destinasi pertamanya dimulai dari Lampung. Belakangan, Jokowi mengungkap alasan memilih Lampung sebagai daerah pertama dari rangkaian safari politiknya karena bentuk kecintaannya terhadap masyarakat Lampung.
"Untuk apa saya datang ke Provinsi Lampung? Untuk apa saya datang ke Kabupaten Mesuji? Pertama, kecintaan saya kepada masyarakat Lampung tidak luntur, masih tetap," kata Jokowi ketika memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kabupaten Mesuji.
Laproan IDN Times Lampung di Kabupaten Mesuji, Jokowi berpesan agar struktur PSI terbentuk bukan hanya lengkap secara administratif. Ia mendorong, seluruh kader PSI turut aktif menjalankan fungsi politik dan sosial di masyarakat bukan hanya ketika momentum pemilu tiba.
"Setelah yang namanya struktur partai komplit sampai ke desa, sekarang pekerjaan berikutnya adalah bagaimana membuat struktur itu hidup dan bekerja," katanya.
Di Bandar Lampung, Jokowi berbicara mimpi besar PSI pada Pemilu 2029. Dalam pidatonya, Jokowi cukup optimistis PSI akan lolos ke Senayan. Namun, meski enggan menjabarkan secara terbuka, agenda besar PSI bukan hanya tentang lolos ke Senayan. Ia pun meyakini target tersebut dapat dicapai apabila seluruh mesin partai bekerja maksimal. Ia menyebut angka tersebut merupakan target internal partai.
"Saya enggak usah sebut di sini, ini internal. Targetnya itu target besar. Karena targetnya target besar, mestinya harus mesin besar dan kuat," kata dia.
2. Approval rating jadi penopang citra Jokowi

Kehadiran Jokowi di Lampung disambut hangat oleh para relawan, simpatisan, dan masyarakat setempat. Mereka merangsek mendekat untuk melihat langsung kehadiran Jokowi. Tak sedikit dari mereka yang langsung menjulurkan gawai di tangannya demi bisa mengabadikan momen tersebut.
Berdasarkan laporan IDN Times Lampung, para relawan dan kader PSI telah bersiap sejak pagi di area luar bandara dan turut membentangkan spanduk besar bertuliskan "Selamat Datang Bapak Jokowi Widodo dan Ketum Kaesang Pangarep. Mayoritas simpatisan kompak mengenakan kaus putih bergambar logo PSI.
Reaksi ini setidaknya dapat dibaca bahwa Jokowi masih menjadi magnet tersendiri. Tak heran, selama satu dekade memimpin, Jokowi membawa pendekatan Indonesia-sentris, dengan meletakkan pembangunan bukan hanya berfokus di Kepulauan Jawa.
Selain itu, Jokowi juga meninggalkan jabatannya sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia dengan capaian approval rating yang tinggi. Lembaga survei Poltracking Indonesia pada rentang waktu 8--14 September 2024 mencatat hingga 86,5 persen masyarakat puas dengan kinerja pasangan Jokowi-Ma''ruf Amin.
Selain itu, dalam jajak pendapar Litbang Kompas pada 27 Mei--2 Juni 2024, kepuasan publik atas kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin mencapai 75,6 persen. Litbang Kompas juga mengungkap, hasil tersebut adalah capaian tertinggi semenjak survei periode pemerintahan kedua dilakukan secara periodik setelah pelantikan pasangan itu pada Oktober 2019 silam.
Manager Litbang Kompas Ignatius Kristanto menjelaskan, survei tersebut mengafirmasi konsistensi kebijakan Jokowi yang dirasakan manfaatnya oleh berbagai lapisan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Ignatius Kristanto dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk 'Satu Dekade Memimpin Indonesia, Lebih Dari 70% Publik Puas', Jumat 4 Oktober 2024 silam.
“Ini adalah tren yang jarang terjadi. Sebelumnya, pemerintahan Gus Dur, Megawati, hingga SBY, semua menunjukkan penurunan kepuasan di akhir masa jabatan. Namun, Jokowi berhasil mempertahankan, bahkan meningkat, terutama dalam tiga bulan terakhir,” kata dia dalam forum tersebut.
3. Safari politik, cara Jokowi menjaga pengaruh

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai safari politik Jokowi ke sejumlah daerah dapat dibaca sebagai upaya menjaga sekaligus mengonsolidasikan basis politik yang telah dibangun selama dua periode kepemimpinannya.
Menurut dia, melalui kunjungan langsung ke daerah, Jokowi berupaya menunjukkan, dirinya masih memiliki jaringan politik yang kuat. Langkah tersebut justru berpotensi menjadi modal politik penting bagi putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, maupun PSI dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
"Saya rasa ini menjadi bergaining sendiri bagi PSI dan atau pun Mas Gibran untuk dipilih kembali pada Pilpres 2029," kata Arifki kepada IDN Times, saat dihubungi Minggu (28/6/2026).
Lebih lanjut, Arifki menilai, keberadaan Jokowi sebagai mantan presiden dua periode masih memiliki daya tarik elektoral yang signifikan. Oleh karena itu, pengaruh politiknya berpotensi memengaruhi peta dukungan partai politik di masa mendatang.
Basis pemilih yang selama ini dekat dengan Jokowi berpotensi menjadi faktor penting dalam persaingan politik menuju Pemilu 2029. Apalagi, Jokowi dinilai punya kedekatan dengan pemilih di berbagai daerah, khususnya di Pulau Jawa sebagai kantong suara terbesar nasional.
"Saya rasa ketika PDIP tidak bisa membaca ini maka secara gak langsung ada ancaman di masa depan. Misalnya basis pemilih berpindah ke pak Jokowi atau ke PSI karena secara gak langsung Jokowi orang solo, orang Jawa scara gak langsung ini akan mempengaruhi basis elektoral yang ada," kata dia.
4. Safari politik Jokowi dan masa depan PSI-Gibran pada Pemilu 2029
Sementara, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai kedekatan Jokowi dan PSI sejatinya semakin sulit dipisahkan secara institusional. Menurut dia, berbagai aktivitas politik Jokowi di Lampung yang menggunakan atribut PSI serta keterlibatannya dalam agenda konsolidasi partai memperkuat persepsi publik bahwa keduanya memiliki hubungan politik yang semakin erat.
Kemunculan Jokowi dalam sejumlah kegiatan PSI, termasuk rapat koordinasi daerah dapat dibaca sebagai bagian dari upaya Jokowi menginstitusionalisasikan “Jokowi effect” agar memiliki bentuk politik yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
"Ini bisa diungkapkan sebagai bagian dari cara Pak Jokowi menginstitusi Jokowi efek ya supaya semakin punya bentuk supaya bisa lebih bekerja secara terstruktur sistematis dan masih agar ya Jokowi efek semakin berefek dan tidak sekedar hanya relevan saat Pemilu 2024," kata Agung kepada IDN Times, Minggu (27/6/2026).
Selain itu, langkah Jokowi tersebut juga berkaitan dengan persiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029. Sebagai partai nonparlemen, PSI perlu bergerak lebih awal untuk menghadapi proses verifikasi administrasi dan verifikasi faktual sebagai peserta pemilu.
Agung menilai, kehadiran Jokowi berpotensi menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi PSI. Dengan tingkat popularitas yang masih tinggi, Jokowi dapat berperan sebagai tokoh sentral dan pengumpul suara (vote getter), sebagaimana figur presiden sebelumnya yang menjadi simbol kekuatan partai masing-masing.
“Dengan bergabungnya Pak Jokowi sebagai vote getter sebagai tokoh sentral sebagaimana para presiden-presiden sebelumnya, Bu Mega di PDIP, SBY di Demokrat, dan Prabowo di Gerindra," kata dia.
Lebih lanjut, Agung melihat rangkaian safari politik Jokowi bersama PSI bukan sekadar agenda kunjungan biasa, melainkan bagian dari konsolidasi partai. Ia menilai hubungan PSI dan Jokowi bersifat mutualistis karena keduanya saling membutuhkan.
Agung menjelaskan, Jokowi membutuhkan kendaraan politik untuk menjaga dan mengelola pengaruh yang terbentuk selama dua periode kepemimpinannya. Bagi PSI, figur Jokowi dinilai penting untuk memperkuat kerja-kerja politik partai di tengah masih rendahnya kedekatan emosional pemilih terhadap partai politik.
“Dalam situasi party identification yang masih rendah, partai membutuhkan sosok yang mampu menjadi representasi konkret dari kerja politik mereka. Pak Jokowi menjadi salah satu figur yang memiliki kapasitas tersebut,” ujar dia.
Ihwal masa depan politik Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Agung menilai, konsolidasi Jokowi dan PSI sekarang pada akhirnya juga memiliki dimensi strategis untuk menjaga keberlanjutan karier politiknya.
Menurut dia, sebagai wakil presiden yang masih memiliki perjalanan politik panjang, Gibran membutuhkan dukungan dan infrastruktur politik yang kuat untuk menghadapi kontestasi mendatang. Ini sekaligus relevan dengan sikap politik Jokowi yang menginginkan pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan selama dua periode.
“Kembali menjadi Wapres presiden Prabowo atau kalau tidak diajak dia akan berkontestasi dengan petahanan, karena bagaimanapun ruang politik Gibran harus terus maju karena dalam benak Pak Jokowi legasi ataupun kekuatan politik keluarga Solo harus terus dirawat," tutur dia.
5. Isu Prabowo-Gibran 2 periode belum masuk agenda politik Gerindra

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan Gerindra menyambut positif kembalinya Jokowi beraktivitas di ruang publik.
Hal ini menandakan Jokowi telah kembali fit karena sebelumnya sempat sakit. Namun, Gerindra menganggap, safari politik Jokowi tersebut merupakan hal yang wajar sebagai seorang tokoh bangsa dan negarawan.
"Kami dari Gerindra. Kami menyampaikan selamat karena artinya beliau sudah sehat kembali, sudah fit, sebelumnya kan sempat kurang fit. Kan sebagai tokoh dan negarawan, saya kira gak ada masalah juga," kata dia ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.
Sementara itu, ketika ditanya terkait dukungan Jokowi agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berlanjut dua periode, Prasetyo menjawab, pemerintah belum memikirkan agenda politik tersebut.
Sebaliknya, ia menekankan, pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pada masa pemerintahan saat ini. Sejumlah persoalan yang menjadi prioritas, mulai dari ketenagakerjaan, penataan kesejahteraan guru, pembenahan aparatur sipil negara (ASN), hingga percepatan industrialisasi dan hilirisasi.
"Belum lah belum. Kita kalau mewakili pemerintah, mewakili pak presiden, yang penting fokus bekerja dulu. Kita belum berpikir mengenai hal itu," ujar Prasetyo.
6. PSI bantah safari politik Jokowi bagian dari konsolidasi

Kendati demikian, Ketua DPP PSI, Bestari Barus sempat membantah, agenda blusukan Jokowi ke berbagai daerah bukan manuver politik jelang Pemilu 2029. PSI justru menyebut, kegiatan itu justru mendukung program pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Bestari juga membantah isu matahari kembar antara Prabowo dan Jokowi. Menurutnya, Jokowi tetap mendukung Prabowo-Gibran. Di samping itu, ia mengatakan, kegiatan ini bukan hal baru bagi Jokowi. Mengingat ia sering menemui masyarakat di kediamannya di kawasan Surakarta, Jawa Tengah.
"Justru ini buat masyarakat untuk mengetahui bahwa, bahkan yang mau disampaikan Pak Jokowi juga adalah dukungan terhadap Pak Prabowo dan Mas Gibran. Dukung program-program kerjanya. Tidak ada itu matahari kembar lah, persiapan (jelang Pemilu 2029) A, B, C, D lah," kata dia saat dihubungi IDN Times, Selasa, 23 Juni 2026.

















