90 Persen Jemaah Tiba di RI, Petugas Setia Mengawal Kloter Terakhir

- Sekitar 90 persen jemaah haji Indonesia, atau 184.322 orang dari 472 kloter, telah tiba di Tanah Air dengan selamat setelah 69 hari operasional ibadah haji.
- Kemenhaj menegaskan petugas tetap siaga mengawal kepulangan kloter terakhir, terutama bagi jemaah lansia, disabilitas, dan berisiko tinggi agar pelayanan berjalan aman hingga akhir.
- Jemaah diimbau menjaga disiplin dan kesehatan dengan mematuhi aturan penerbangan, tidak membawa air zamzam dalam koper, serta menjaga kebugaran selama menunggu jadwal pulang.
Madinah, IDN Times — Memasuki hari ke-69 operasional ibadah haji, gegap gempita kepulangan jemaah haji Indonesia semakin terasa di berbagai daerah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencatat bahwa sekitar 90 persen dari total jemaah dan petugas, atau setara dengan 184.322 orang, telah menjejakkan kaki kembali di Tanah Air dengan selamat. Namun, di balik angka yang masif tersebut, Kemenhaj menegaskan bahwa misi pengabdian para petugas belumlah usai.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa meski mayoritas jemaah sudah berkumpul kembali dengan keluarganya, dedikasi petugas di lapangan tidak akan kendur sedikit pun. Mereka tetap siaga memastikan sisa jemaah yang masih berada di Arab Saudi mendapatkan pelayanan penuh hingga kursi pesawat terakhir terisi.
"Hingga hari operasional haji ke-69, sekitar 90 persen jemaah dan petugas haji Indonesia telah tiba kembali di Tanah Air. Namun, bagi kami pelayanan belum selesai," ungkap Maria Assegaff di Jakarta. "Seluruh petugas tetap siaga mengawal proses kepulangan hingga jemaah terakhir tiba dengan aman dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya."
1. Mengawal jemaah rentan di ujung waktu

Di fase akhir pemulangan ini (hari ke-25 masa kepulangan), perhatian ekstra justru semakin ditingkatkan. Kemenhaj memastikan bahwa koordinasi dari hulu ke hilir—mulai dari titik keberangkatan di Arab Saudi hingga debarkasi di daerah asal—berjalan mulus tanpa hambatan.
Fokus perlindungan kini lebih banyak dicurahkan kepada jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta jemaah berisiko tinggi (risti) yang sangat membutuhkan pendampingan fisik dan psikologis menjelang penerbangan.
Secara akumulatif, total 184.322 orang yang telah pulang tersebut tergabung dalam 472 kelompok terbang (kloter).
Jika dirinci, kepulangan terbagi melalui dua pintu utama yakni, Gelombang I (via Bandara Jeddah) yang telah menuntaskan keberangkatan 267 kloter. Gelombang ini membawa 104.753 orang (103.687 jemaah dan 1.066 petugas).
Sedangkan Gelombang II (via Bandara Madinah) telah memberangkatkan 212 kloter yang membawa 82.163 orang (81.315 jemaah dan 848 petugas).
2. Menjaga nilai kedisiplinan sepulang haji

Bagi 10 persen jemaah yang saat ini masih menunggu jadwal terbang, Kemenhaj menitipkan pesan agar tetap merawat nilai-nilai kedisiplinan yang telah dipelajari selama di Tanah Suci. Salah satu wujud kedisiplinan tersebut adalah dengan mematuhi prosedur keselamatan penerbangan internasional.
Maria mengimbau keras agar jemaah tidak mencoba kucing-kucingan menyembunyikan air zamzam di dalam koper bagasi maupun tas kabin.
"Air zamzam akan diterima melalui mekanisme resmi di embarkasi, sehingga tidak perlu dibawa di dalam koper," tegasnya. Segala bentuk pelanggaran hanya akan memperlambat proses boarding, lantaran petugas keamanan bandara akan mengeluarkan paksa air tersebut dari dalam tas jemaah.
3. Jaga kebugaran tubuh

Selain soal kedisiplinan logistik, jemaah juga diminta tidak abai terhadap kondisi tubuh. Penantian panjang menjelang penerbangan kerap menguras energi. Oleh karena itu, jemaah sangat dianjurkan untuk memaksimalkan waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga hidrasi dengan banyak minum air putih, serta memakai masker di area kerumunan.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap jemaah pulang dengan selamat, sehat, dan mendapatkan pelayanan terbaik sampai kepulangan kloter terakhir. Semoga seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur,” Maria mengakhiri.


















