“Sayangnya, ada korban jiwa akibat serangan rudal hari ini. Jenazah seorang karyawan pabrik ditemukan selama operasi pembersihan,” kata Bocharov, seperti dilansir Anadolu Agency. Ia menambahkan bahwa semua korban luka kini sudah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat.
Ukraina Serang Pabrik Industri Militer Rusia, 11 Orang Terluka

- Pasukan Ukraina meluncurkan rudal FP-5 Flamingo ke pabrik industri militer Rusia di Volgograd, menewaskan satu orang dan melukai sebelas lainnya.
- Presiden Zelenskyy menyebut serangan itu sebagai balasan atas agresi Rusia, menargetkan pabrik yang memproduksi senjata artileri untuk pasukan Moskow.
- Rusia membalas dengan menyerang wilayah Dnipropetrovsk dan Zaporizhzhia, menewaskan dua orang serta melukai lebih dari dua puluh warga sipil.
1. Ukraina menyerang menggunakan rudal jelajah FP-5 Flamingo

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada Sabtu (27/6/2026) menjelaskan, pasukannya meluncurkan serangan ke pabrik industri militer Rusia di Volgograd menggunakan rudal jelajah FP-5 Flamingo. FP-5 Flamingo sendiri merupakan rudal khusus yang digunakan untuk meluncurkan serangan jarak jauh.
Menurut Zelenskyy, serangan itu membuat sejumlah area di pabrik militer Rusia mengalami kebakaran hebat. Ia juga menyebut sejumlah fasilitas penting di pabrik itu rusak parah imbas serangan pasukannya. Namun, ia tidak merinci fasilitas apa saja yang dimaskud.
2. Pabrik militer yang diserang Ukraina memproduksi senjata artileri Rusia

Zelenskyy menambahkan, serangan pada Jumat lalu merupakan balasan untuk Rusia karena terus menyerang Ukraina. Ia juga mengklaim serangan tersebut akan melemahkan kekuatan militer Rusia. Sebab, pabrik yang diserang kemarin memproduksi senjata artileri untuk pasukan Rusia.
“Jangkauan sanksi jangka panjang Ukraina terus meluas dan justru tekanan kita, hari demi hari, yang meletakkan dasar bagi perdamaian yang bermartabat pada akhirnya,” jelas Zelenskyy dalam sebuah unggahan di media sosial X.
3. Rusia membalas serangan Ukraina

Merespons serangan Ukraina, Rusia tidak tinggal diam. Moskow langsung melakukan serangan balasan ke sejumlah wilayah di Ukraina, termasuk Dnipropetrovsk dan Zaporizhzhia, pada Jumat malam hingga Sabtu pagi kemarin. Dilansir Al Jazeera, serangan ini menewaskan dua orang. Sementara itu, lebih dari 20 orang lainnya dilaporkan luka-luka.
Hingga saat ini, Ukraina dan Rusia masih saling bertukar serangan. Untuk mengakhiri perang, Ukraina sebetulnya sudah siap bernegosiasi dengan Rusia secara langsung. Namun, Zelenskyy mengatakan, Rusia yang harus lebih dahulu memulai negosiasi. Sebab, Rusia adalah pihak yang memulai perang. Oleh karena itu, mereka jugalah yang harus mengakhirinya.
“Para pejuang Ukraina membuktikan setiap hari kekuatan ketepatan Ukraina. Sanksi jarak jauh dan menengah Ukraina diterapkan sepenuhnya. Ini adalah tanggapan adil kami kepada Rusia atas perang ini. Perang yang dimulai Rusia harus diakhiri oleh Rusia,” kata Zelensky Ukrinform.

















