Jakarta, IDN Times - Suasana tenang di Gedung Awaloedin Djamin Bareskrim Polri, Mabes Polri pada Senin (2/11/2026) pukul 15.13 WIB seketika pecah. Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap bersama sejumlah anak buahnya bergerak cepat melewati lobi belakang gedung tersebut.
Tak lama kemudian, sejumlah anggota Propam lainnya menyusul masuk ke dalam gedung. Mereka berjalan cepat, bahkan beberapa di antaranya berlari kecil menuju lobi gedung.
Sejumlah anggota berpakaian dinas mengenakan jaket hitam juga terlihat memasuki gedung dengan berlari kecil.
Situasi semakin mencekam ketika dua mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob melintas dari lobi belakang menuju lobi depan Bareskrim Polri. Melihat pergerakan sejumlah personel, kendaraan taktis, dan situasi tiba-tiba terkesan sibuk, awak media mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi di lobi depan.
Padahal, pada sore itu, Direktorat PPA-PPO Bareskrim Polri dijadwalkan menggelar konferensi pers pengungkapan kasus perekrutan warga negara Indonesia (WNI) menjadi tentara bayaran Rusia pada pukul 17.00 WIB di lobi Gedung Awaloedin Djamin.
Saat jurnalis hendak memasuki area lobi gedung, seorang petugas meminta menunggu karena sedang ada penutupan di area tersebut.
Penasaran dengan situasi itu, jurnalis kemudian memutar untuk melihat kondisi lobi depan Bareskrim Polri dari sisi lain. Di sana, sejumlah personel Brimob sudah berjaga dengan senjata.
Mereka mengenakan rompi pelindung, helm, dan laras panjang. Ketika jurnalis sempat mengabadikan peristiwa itu, tak lama kemudian, seorang anggota Propam Polri meminta jurnalis mundur untuk sementara waktu.
Sekitar pukul 16.27 WIB, dua mobil rantis Brimob yang sebelumnya terlihat di dalam area Bareskrim keluar dari kompleks gedung. Beberapa mobil lainnya turut mengikuti dari belakang.
Setelah momen tersebut, jurnalis kembali bersiap mengikuti agenda konferensi pers. Namun, lokasi konferensi pers yang semula dijadwalkan berlangsung di lobi Gedung Awaloedin Djamin dialihkan ke lantai sembilan.