Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk ke-6 di Dunia

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk ke-6 di Dunia
Ilustrasi Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
  • Jakarta menempati posisi keenam kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Selasa pagi, dengan indeks AQI 174 dan kategori tidak sehat akibat polusi PM2.5.
  • Masyarakat diimbau menghindari aktivitas luar ruangan, memakai masker, serta menutup jendela untuk mencegah paparan udara kotor yang berisiko bagi kelompok sensitif.
  • Pemprov DKI Jakarta menyiapkan langkah cepat menghadapi pencemaran udara musim kemarau melalui peningkatan pemantauan kualitas udara, uji emisi kendaraan, dan evaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kualitas udara di Jakarta pada Selasa (5/5/2026) pagi WIB masuk dalam kategori terburuk keenam di dunia. Jika ingin keluar rumah, masyarakat pun diimbau menggunakan masker.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.45 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 174 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 79,5 mikrogram per meter kubik.

Data tersebut mencerminkan tingkat kualitas udara Jakarta yang tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan.

1. Imbauan agar tak banyak berkegiatan

WhatsApp Image 2025-08-07 at 13.22.49.jpeg
Ilustrasi Jakarta, Bundaran HI (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Situs tersebut juga merekomendasikan agar masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Karachi, Pakistan, di angka 218, urutan kedua Kolkata, India, di angka 189, urutan ketiga Delhi, India, di angka 187, dan urutan keempat Kinshasa di angka 177.

2. Lalu, berapa dan seperti apa udara kualitas baik?

WhatsApp Image 2025-08-07 at 13.22.50.jpeg
Ilustrasi Jakarta, Bundaran HI (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Untuk udara berkualitas baik, tanda-tandanya adalah tingkat kualitas yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Kemudian, kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

3. Respons Pemprov DKI Jakarta soal udara kotor

ilustrasi Jakarta (IDN Times/Herka Yanis)
ilustrasi Jakarta (IDN Times/Herka Yanis)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan respons cepat untuk menanggulangi pencemaran udara di Jakarta saat musim kemarau, yang diprediksi terjadi pada awal Mei hingga Agustus 2026 mendatang.

Langkah cepat penanganan pencemaran udara saat kemarau itu meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau kualitas udara dan uji emisi kendaraan bermotor.

Selain itu Pemprov DKI Jakarta juga memiliki Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang sedang dievaluasi dari berbagai aspek, mulai dari tren PM2.5, beban emisi per sektor hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Related Articles

See More