Sempat Hilang Tenggelam, Bocah 4 Tahun di Bekasi Ditemukan Tewas

- Proses pencarian dilakukan melalui jalur darat dan aliran kali dengan perahu karet sejauh 1 KM serta pemantauan visual sejauh 2 KM.
- Korban ditemukan tewas dalam posisi telungkup sejauh 1,7 KM dari lokasi kejadian pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 14.20 WIB.
- Orang tua diminta untuk selalu mengawasi anak-anaknya terutama bagi yang tinggal di dekat aliran sungai untuk mencegah kecelakaan serupa.
Bekasi, IDN Times - Seorang bocah perempuan berinisial IN (4) ditemukan tewas pada Selasa (27/1/2026), setelah hilang tenggelam di Kali Cikarang, Perumahan Grand Cikarang Village, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari menceritakan, peristiwa itu berawal saat korban bersama kedua orang temannya sedang bermain di bantaran kali tersebut pada Senin (26/1/2026) sore. Ketiganya, lanjut Desiana, terpeleset hingga tercebur ke aliran Kali Cikarang.
"Dua orang teman korban berhasil diselamatkan oleh saksi di lokasi kejadian, sementara korban hanyut terbawa arus hingga akhirnya tenggelam," kata Desiana, Selasa (27/1/2026).
1. Proses pencarian

Setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban. Pencarian juga dilakukan melalui jalur darat dan aliran kali.
"Penyisiran menggunakan perahu karet sejauh 1 KM, serta pemantauan visual melalui jalur darat sejauh 2 KM," jelas Desiana.
2. Korban ditemukan tewas

Dia juga mengatakan, korban ditemukan tewas dalam posisi telungkup sejauh 1,7 KM dari lokasi kejadian pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 14.20 WIB.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban ditemukan pada siang hari ini dan selanjutnya langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.
3. Minta orang tua tetap mengawasi anaknya

Desiana menambahkan, dirinya mengimbau kepada orang tua khususnya yang tinggal di dekat aliran kali untuk selalu mengawasi anak-anaknya.
"Kami meminta kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya terlebih bagi masyarakat yang tinggal dekat aliran sungai," jelas Desiana.


















