Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sempat Lapor ke Prabowo, Kepala BGN Akui 19 Ribu Sapi Pengandaian

Sempat Lapor ke Prabowo, Kepala BGN Akui 19 Ribu Sapi Pengandaian
Kepala Badan Gizin Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengklarifikasi bahwa data 19 ribu sapi per hari untuk program Makan Bergizi Gratis hanyalah pengandaian yang sempat disampaikan kepada Presiden Prabowo.
  • Dadan menegaskan BGN tidak pernah menerapkan satu menu nasional agar kebutuhan bahan pokok tidak melonjak, seperti saat kenaikan harga telur pada ulang tahun Presiden Prabowo.
  • BGN kini fokus memberdayakan potensi pangan lokal di tiap daerah agar konsumsi lebih seimbang dan tekanan terhadap harga bahan makanan tetap terkendali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengakui data 19 ribu sapi dipotong setiap hari untuk menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya pengandaian. Padahal, data tersebut sempat disampaikan Dadan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada (15/12/2025).

"Dan kemudian kalau masak daging sapi, masak satu ekor sapi satu hari dipotong utk satu SPPG. Jadi kalau di akhir tahun ini ada 19 ribu SPPG, maka ada 19 ribu sapi dalam satu hari harus dipotong karena program MBG. Kalau 4 kali sebulan ya bisa dikalikan Pak, tapi saya sudah konsultasi sudah dirjen peternakan katanya cadangan sapi nasional cukup untuk bisa mengantisipasi program MBG," ujar Dadan saat Sidang Kabinet Paripurna kala itu.

1. Dadan beri klarifikasi

Dadan Hindayana
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (IDN Times/Aryodamar)

Empat bulan berlalu, Dadan kini mengklarifikasi pernyataannya. Menurutnya, data 19 ribu sapi dipotong setiap hari untuk dimasak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya pengandaian.

"Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi," ujar Dadan dalam keterangannya, dikutip Kamis (23/4/2026).

Dadan kemudian mengatakan, setiap satu SPPG, membutuhkan 350-382 kilogram daging sapi dalam sekali memasak. Menurutnya, berat tersebut setara satu ekor sapi.

"Menunya itu ada telur, ada ayam, ada sapi, ada ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya berarti satu ekor sapi. Ini lah pentingnya makan bergizi agar tangkapan rasionya bagus. Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja," ucap dia.

2. BGN tidak pernah terapkan satu menu secara nasional

62329252-5D1F-4B05-BEED-B5EB7E024AE9.jpeg
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Dadan mengatakan, BGN tidak pernah menerapkan satu menu secara nasional. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi lonjakan kebutuhan bahan pokok.

Dadan kemudian mengingatkan, BGN pernah menerapkan satu menu saat Presiden Prabowo berulang tahun pada (17/10/2025). Ketika itu, berdampak pada kenaikan harga telur.

"Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000," ujar dia.

3. BGN ingin berdayakan potensi di setiap daerah

WhatsApp Image 2025-10-20 at 14.42.34.jpeg
Kepala Badan Gizin Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Oleh karena itu, BGN tidak lagi menerapkan satu menu secara nasional. Selain itu, BGN juga ingin memberdayakan potensi sumber makanan di masing-masing daerah.

"Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal. Supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Jadi kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More