Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Mau Pakai Aset Iran buat Rekonstruksi Negara Teluk

AS Mau Pakai Aset Iran buat Rekonstruksi Negara Teluk
ilustrasi kerusakan yang timbul akibat serangan Iran di negara Teluk (pexels.com/Khaled Akacha)
Intinya Sih
  • Pemerintah AS berencana memakai aset milik Iran untuk membiayai rekonstruksi negara-negara Teluk yang rusak akibat serangan Iran, meski rincian aset belum dijelaskan secara resmi.
  • Kementerian Keuangan AS menugaskan tim khusus menghitung kerugian negara Teluk guna menentukan jumlah aset Iran yang akan digunakan dalam proses pemulihan pascaserangan.
  • Serangan Iran ke fasilitas AS di negara Teluk meluas hingga merusak infrastruktur publik seperti bandara dan perumahan, menimbulkan korban jiwa serta kerusakan besar di kawasan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana menggunakan semua aset milik Iran untuk merekonstruksi negara-negara Teluk yang terdampak serangan Iran. Rencana itu disampaikan oleh seorang sumber anonim dari AS pada Sabtu (6/6/2026). Namun, sumber itu tidak merinci aset apa saja yang dimaksud. 

Sumber itu menambahkan, Kementerian Keuangan AS kini sudah meminta tim khusus untuk menghitung berapa kerugian yang ditanggung negara Teluk akibat serangan Iran. Ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah aset Iran yang akan digunakan AS untuk merekonstruksi semua kerusakan di negara Teluk imbas serangan Iran.  

1. Aset yang dimaksud diduga uang tunai

Uang dalam jumlah banyak.
ilustrasi uang (pexels.com/John Guccione)

Sejumlah pihak menduga aset yang akan digunakan AS untuk merekonstruksi kerusakan di negara Teluk adalah uang tunai. Dugaan ini didasari kesediaan Iran untuk melepas aset senilai 24 miliar dolar AS atau Rp434,2 triliun ke AS. Menurut penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, pelepasan aset ini merupakan salah satu syarat perdamaian yang diberikan AS ke Iran. 

Kendati demikian, kabar tadi baru sebatas rumor semata. Sebab, hingga saat ini, belum ada info lebih lanjut dari Pemerintah AS soal rencana mereka menggunakan aset Iran untuk merekonstruksi negara Teluk yang terdampak serangan Iran. Kementerian Keuangan AS hingga kini juga belum memberi pengumuman resmi. 

2. Negara-negara Teluk kerap jadi target serangan

Negara-negara Teluk.
potret negara-negara Teluk (pexels.com/Lara Jameson)

Sejak perang antara Iran dengan AS dan Israel meletus pada 28 Februari, negara-negara Teluk sudah sering jadi target serangan. Negara-negara Teluk yang dimaksud adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, dan Kuwait. Sejak perang meletus, Iran kerap meluncurkan serangan ke negara-negara tersebut.

Sebetulnya, target serangan yang diincar Iran bukanlah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Kuwait. Target serangan Teheran yang sebenarnya adalah kantor kedutaan, kantor konsulat, dan pangkalan-pangkalan militer AS yang ada di negara-negara tersebut. Iran sengaja menyerang situs-situs tersebut sebagai balasan atas serangan AS dan Israel. 

3. Serangan Iran berdampak ke fasilitas publik di negara Teluk

Bangunan yang hancur lebur.
ilustrasi kerusakan yang timbul akibat serangan Iran di negara Teluk (pexels.com/Jo Kassis)

Dalam praktiknya, Iran memang sukses menyerang kantor kedutaan, kantor konsulat, dan pangkalan militer AS di negara Teluk. Pada awal Maret lalu, misalnya, Iran berhasil menyerang gedung Kedutaan AS di Riyadh, Arab Saudi. Kemudian, pada akhir Maret, Iran berhasil meluncurkan serangan ke gedung Konsulat AS di Dubai, UEA. Pada April lalu, Iran juga berhasil menyerang pangkalan militer AS di Kuwait. 

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, serangan Iran justru meluas ke sejumlah fasilitas publik yang ada di negara Teluk. Beberapa di antaranya, seperti bangunan tempat tinggal, jalan, dan bandara. Pada Rabu (3/6/2026), misalnya, Iran menyerang bandara internasional yang ada Kuwait. Serangan tersebut menewaskan 1 orang dan melukai 63 lainnya. Selain itu, serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan parah di bandara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More