Presiden Belarus Tegaskan Tak Bakal Kirim Tentara ke Ukraina

- Presiden Belarus Alexander Lukashenko menegaskan negaranya tidak akan mengirim tentara ke Ukraina dan menolak menjadi umpan dalam perang Rusia-Ukraina.
- Lukashenko menyatakan Belarus ingin menjaga hubungan damai dengan negara tetangga seperti Polandia, Lithuania, dan Ukraina, meski tetap mempertahankan kerja sama pertahanan dengan Rusia.
- Militer Ukraina mengklaim telah menemukan 500 target potensial di Belarus sebagai langkah antisipasi jika negara itu terlibat lebih jauh dalam konflik Rusia-Ukraina.
Jakarta, IDN Times - Presiden Belarus, Alexander Luksahenko menolak pengiriman tentara ke Ukraina. Ia menegaskan bahwa tentaranya tidak akan menjadi umpan untuk perang Rusia dan Ukraina.
“Apakah kami harus ikut berperang di Ukraina untuk kepentingan negara lain? Apakah kami ingin menjadi umpan? Tidak, kami tidak menginginkannya,” terangnya, dikutip dari TVP World, Senin (8/6/2026).
Beberapa bulan terakhir, terdapat kabar mengenai keterlibatan Belarus dalam perang Rusia-Ukraina. Alhasil, Ukraina sudah meningkatkan pertahanan di perbatasan Belarus.
1. Pastikan Belarus tidak ingin berkonflik dengan negara tetangga

Lukashenko mengatakan, Belarus tidak akan terlibat konflik dengan negara lain, termasuk anggota NATO, seperti Polandia dan Lithuania. Ia menyebut jangan memercayai tuduhan Belarus ingin berperang.
“Saya ingin Polandia, Lithuania, dan Ukraina mendengarkan saya. Kami tidak ingin memerangi mereka. Saya ingin membangun, tidak untuk membawa senapan mesin di tangan. Maka jangan percaya seseorang yang menginginkan perang,” ungkapnya.
Sementara, tensi antara Belarus dengan Polandia dan Lithuania sudah terjadi sejak 2021. Saat itu, ribuan migran asal Timur Tengah masuk ke negara anggota Uni Eropa (UE) itu lewat Belarus.
2. Lukashenko pertahankan kerja sama pertahanan dengan Rusia

Lukashenko menambahkan, Belarus akan tetap mempertahankan kerja sama pertahanan dengan Rusia. Menurutnya, Belarus akan ikut mempertahankan Rusia jika dibutuhkan.
Sebelumnya, Lukashenko mengumumkan rotasi mobilisasi unit militer Belarus untuk persiapan perang. Presiden Belarus itu menyebut bahwa pendekatan ini untuk mempersiapkan tentara Belarus dalam kemungkinan operasi militer.
3. Ukraina berhasil temukan 500 target di Belarus

Pekan lalu, Komandan Unit Drone Ukraina, Robert Brovdi mengatakan, militer sudah mengidentifikasi 500 target potensial di Belarus. Target ini sebagai ancaman jika Belarus terus terlibat dalam perang Rusia di Ukraina.
“Kami sudah mengidentifikasi 500 target pertama di Belarus. Kami memberikan peringatan kepada Belarus agar tidak terlibat dalam perang Rusia di Ukraina,” katanya, dikutip dari Euronews.

















