Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ngaku Masih Butuh Perawatan Medis

Nadiem Makarim didakwa merugikan negara Rp2,1 triliun dalam pengadaan Laptop Chromebook
Nadiem Makarim didakwa merugikan negara Rp2,1 triliun dalam pengadaan Laptop Chromebook. (IDN Times/Aryodamar)
Intinya sih...
  • Nadiem Makarim masih butuh perawatan medis selama lima hari setelah persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.
  • Tujuh saksi hadir dalam sidang atas dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.
  • Pengadaan Chromebook diduga merugikan negara sebesar Rp2,1 triliun dan memperkaya 25 pihak baik individu maupun korporasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yakni Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan kondisi kesehatannya dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin.

Di hadapan majelis hakim, Nadiem menyatakan tetap siap menghadapi sidang, namun masih harus menjalani tindakan medis berdasarkan rekomendasi dokter.

“Saya siap menghadapi sidang hari ini. Namun atas rekomendasi dokter, saya masih harus membutuhkan tindakan medis selama lima hari setelah ini, di rumah sakit," kata dia, Senin (2/2/2026).

Majelis hakim kemudian meminta penegasan apakah tindakan medis tersebut sudah dilakukan atau baru akan dilakukan. Nadiem menjawab singkat, akan.

Saat ditanya lebih lanjut apakah selama sepekan ke depan terdakwa akan dibantarkan atau hanya menjalani pengobatan, Nadiem menegaskan, “Hanya berobat saja.”

Penasihat hukum Nadiem kemudian menyampaikan penjelasan kepada majelis hakim terkait kondisi kliennya usai menjalani operasi.

"Sudah kami komunikasikan dengan tim JPU agar besok Selasa bisa dilakukan tindak lanjut atas operasi yang sebelumnya," kata dia.

Dalam sidang hari ini, dihadirkan tujuh saksi atas dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek. Mereka adalah:

1. Harnowo Susanto, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SMP Kemendikbudristek

2. Bambang Hadiwaluyo, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Direktorat SD Kemendikbudristek, Bambang Hadi Waluyo

3. Dhany Hamidan Khoir, Eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SMA Kemendikbudristek

4. Suhartono Arham, Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SMA Kemendikbudristek

5. Wahyu Haryadi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SD di Kemendikbudristek

6. Mariana Susy, Rekanan PT Bhinneka Mentari Dimensi

7. Noviyanti Chen dari PT Bhinneka Mentari Dimensi

Pengadaan tersebut diduga merugikan negara sebesar Rp2,1 triliun. Kerugian itu berasal dari dugaan kemahalan harga Chromebook sebesar Rp1.567.888.662.716,74 serta pengadaan CDM yang dinilai tidak diperlukan dan tidak bermanfaat senilai Rp621.387.678.730.

Selain itu, pengadaan Chromebook ini diduga memperkaya 25 pihak, baik individu maupun korporasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Tanggapi Respons Purbaya, Noel Ebenezer: Sekelas Menteri Aja Idiot

02 Feb 2026, 14:13 WIBNews