Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Siapa Jeffrey Epstein? Pelaku Kejahatan Seksual AS yang Dokumennya Dibuka ke Publik

 Siapa Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein (U.S. Virgin Islands, Department of Justice, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Jeffrey Epstein, pengusaha AS yang didakwa atas kasus kejahatan seksual berskala besar.
  • Epstein dikenal hidup mewah dengan memiliki properti besar dan membangun lingkaran pergaulan dengan kalangan selebritas, seniman, dan politisi.
  • Hubungan Epstein dengan Donald Trump menimbulkan pertanyaan besar soal perlindungan korban dan relasi kekuasaan di baliknya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Jeffrey Epstein merupakan pengusaha sekaligus tokoh dengan jaringan luas di kalangan elite Amerika Serikat yang didakwa atas kasus kejahatan seksual berskala besar. Ia didakwa menjalankan praktik eksploitasi dan perdagangan seksual, termasuk terhadap anak-anak, dengan dugaan keterlibatan serta perlindungan dari lingkaran orang-orang berpengaruh. Setelah Epstein meninggal dunia di sel tahanan pada 2019, kasusnya tetap menjadi sorotan publik.

Sorotan itu kembali menguat setelah jutaan berkas baru terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat/Department of Justice (DOJ). Rilisan tersebut tercatat sebagai jumlah dokumen terbesar yang pernah dibagikan pemerintah sejak undang-undang yang mewajibkan keterbukaan berlaku pada tahun lalu.

Table of Content

1. Siapa Jeffrey Epstein?

1. Siapa Jeffrey Epstein?

 Siapa Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein, 27 tahun, dalam iklan pribadi yang diterbitkan di majalah Cosmo edisi Juli 1980. (Stephen Ogilvy, Public domain, via Wikimedia Commons)

BBC melansir, Jeffrey Epstein lahir dan besar di New York sebelum meniti karier sebagai pengajar matematika dan fisika di sekolah swasta Dalton School pada pertengahan 1970-an. Ia pernah mengambil studi fisika dan matematika di bangku kuliah, meski tidak sampai meraih gelar.

Salah satu orangtua muridnya dikabarkan terkesan dengan kemampuan Epstein dan kemudian mengenalkannya kepada mitra senior di bank investasi Wall Street, Bear Stearns. Dari sana, kariernya melesat hingga dalam kurun empat tahun ia telah menjadi mitra. Pada 1982, Epstein mendirikan perusahaan sendiri bernama J. Epstein & Co.

Perusahaan tersebut mengelola aset klien bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS dan dengan cepat meraih kesuksesan. Seiring bertambahnya kekayaan, Epstein dikenal hidup mewah dengan memiliki properti besar di Florida dan New Mexico, serta sebuah rumah pribadi yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di New York. Ia juga membangun lingkaran pergaulan dengan kalangan selebritas, seniman, dan politisi.

2. Jeffrey Epstein yang dikenal suka mendekati perempuan yang jauh lebih muda

 Siapa Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein (U.S. Virgin Islands, Department of Justice, Public domain, via Wikimedia Commons)

Epstein juga dikenal karena kerap bergaul dengan gadis-gadis muda di rumahnya di Palm Beach dan Florida. Pada 2005, seorang gadis berusia 14 tahun bersama orangtuanya melaporkan bahwa Epstein memberikan uang kepada gadis-gadis muda sebagai imbalan atas pijat. Laporan tersebut diikuti oleh penyelidikan dari Kepolisian Palm Beach dan Biro Investigasi Federal (FBI). Tak lama sebelum FBI berencana menyampaikan informasi kasus ini kepada dewan juri federal, pengacara Epstein masuk ke tahap negosiasi pengakuan bersalah dengan Alexander Acosta dari Kantor Kejaksaan AS di Miami, dilansir EBSCO.

Pada 2008, Epstein mengaku bersalah atas satu dakwaan permintaan prostitusi dan satu dakwaan permintaan prostitusi yang melibatkan anak di bawah usia 18 tahun. Ia dijatuhi hukuman 18 bulan penjara dan satu tahun tahanan rumah. Epstein menjalani 13 bulan masa tahanan dengan skema izin kerja, yang memungkinkannya keluar dari penjara pada siang hari dan kembali hanya untuk tidur pada malam hari.

Tuduhan bahwa Epstein telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur lainnya antara 2002 hingga 2005 kembali mencuat pada akhir 2018, setelah Miami Herald menerbitkan laporan yang menyebut Epstein terlibat dalam perekrutan besar-besaran gadis-gadis muda untuk aktivitas seksual, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Pada 2019, Kantor Kejaksaan AS di Manhattan mendakwa Epstein dan ia ditangkap pada 6 Juli 2019. Dua hari kemudian, ia didakwa atas kasus perdagangan seks dan konspirasi. Permohonan jaminannya ditolak dan Epstein ditahan di Metropolitan Correctional Center, Manhattan. Pada 10 Agustus 2019, ia ditemukan meninggal dunia di selnya. Kantor koroner menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri dengan cara menggantung dirinya.

3. Hubungan Jeffrey Epstein dengan Donald Trump

 Siapa Jeffrey Epstein
Donald Trump berbicara di Konvensi Nasional Partai Republik tahun 2016. (Ali Shaker/VOA, Public domain, via Wikimedia Commons)

Trump dan Epstein dikenal saling mengenal sejak akhir 1980-an ketika keduanya aktif di kalangan sosial kelas atas di New York dan Florida. Mereka sering terlihat bersama di pesta dan acara elite pada 1990-an, termasuk di properti milik Trump di Palm Beach dan acara lain di New York. Trump sendiri pernah menyebut bahwa ia telah mengenal Epstein selama sekitar 15 tahun dan menggambarkannya sebagai orang yang menyenangkan dalam sebuah wawancara tahun 2002.

Beberapa catatan menunjukkan Trump dan Epstein beberapa kali terlihat bersama di pesta dan juga dalam rekaman video dari acara di Mar-a-Lago, Florida, pada awal 1990-an. Ada juga laporan bahwa Trump tercatat dalam log penerbangan pesawat pribadi Epstein beberapa kali, meskipun Trump kemudian menyatakan bahwa ia tidak pernah terbang dengan pesawat itu dalam pernyataan publiknya yang terbaru.

Meskipun ada bukti sosial dan dokumentasi masa lalu bahwa Trump dan Epstein pernah dekat, belum ada bukti resmi bahwa Trump terlibat dalam kejahatan seksual Epstein. Trump telah menyangkal mengetahui aktivitas kriminal Epstein dan menyatakan hubungan mereka terputus jauh sebelum tuduhan kejahatan itu muncul.

Rangkaian kasus yang menjerat Jeffrey Epstein tidak hanya mengungkap kejahatan seksual yang dilakukannya selama bertahun-tahun, tetapi juga memicu pertanyaan besar soal perlindungan korban, celah dalam sistem hukum, serta relasi kekuasaan di baliknya. Meski Epstein telah meninggal dunia, pengungkapan dokumen dan kesaksian terus membuka kembali luka lama sekaligus mendorong tuntutan transparansi dan akuntabilitas, terutama terhadap pihak-pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam jaringan kejahatan tersebut.

FAQ seputar Jeffrey Epstein

Siapa Jeffrey Epstein?

Jeffrey Epstein merupakan pengusaha sekaligus tokoh dengan jaringan luas di kalangan elite Amerika Serikat yang didakwa atas kasus kejahatan seksual berskala besar. Ia didakwa menjalankan praktik eksploitasi dan perdagangan seksual, termasuk terhadap anak-anak, dengan dugaan keterlibatan serta perlindungan dari lingkaran orang-orang berpengaruh.

Apa kasus yang menjerat Jeffrey Epstein?

Tuduhan bahwa Epstein telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur lainnya antara 2002 hingga 2005 kembali mencuat pada akhir 2018, setelah Miami Herald menerbitkan laporan yang menyebut Epstein terlibat dalam perekrutan besar-besaran gadis-gadis muda untuk aktivitas seksual, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Apa hubungan Jeffrey Epstein dengan Donald Trump?

Trump dan Epstein dikenal saling mengenal sejak akhir 1980-an ketika keduanya aktif di kalangan sosial kelas atas di New York dan Florida. Meskipun ada bukti sosial dan dokumentasi masa lalu bahwa Trump dan Epstein pernah dekat, belum ada bukti resmi bahwa Trump terlibat dalam kejahatan seksual Epstein.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
Delvia Y Oktaviani
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More

Prabowo Tantang Pengkritiknya Bertarung di Pilpres 2029

02 Feb 2026, 14:16 WIBNews