2 Polisi Ditahan karena Diduga Ikut Perkosa Remaja di Jambi

- Kedua polisi terduga pelanggar akan menjalani sidang etik
- Korban diduga diperkosa empat terduga pelaku
- Kronologi dugaan pemerkosaan
Jakarta, IDN Times – Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun diduga diperkosa oleh empat orang. Dua pelaku di antaranya merupakan anggota Polda Jambi Bripda NIR dan anggota Polres Tanjung Jabung Timur, Bripda SR.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi Erlan Munaji mengatakan, keduanya kini sudah dilakukan penahanan.
"Saat ini dua orang anggota ditahan di pidana umum," kata Erlan saat dihubungi, Senin (2/2/2026).
1. Kedua polisi terduga pelanggar akan menjalani sidang etik

Selain diproses secara pidana, kedua tersangka juga akan menghadapi sanksi internal kepolisian. Polda Jambi memastikan penanganan pelanggaran etik berjalan seiring dengan proses hukum yang sedang berlangsung.
"Iya saat ini sedang proses dan segera akan disidangkan ya keduanya," ujar Erlan.
2. Korban diduga diperkosa empat terduga pelaku

Berdasarkan hasil penyelidikan, kasus ini tidak hanya melibatkan aparat kepolisian. Terdapat dua pelaku lain dari kalangan masyarakat sipil yang turut terlibat.
Korban diduga menjadi korban pemerkosaan secara bergiliran sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jambi.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada 14 November 2025 di dua lokasi berbeda, yakni kawasan kebun kopi dan sebuah rumah kos bernama Arizona di Kota Jambi.
3. Kronologi dugaan pemerkosaan

Kejadian bermula ketika korban hendak pulang ke rumah usai berkunjung ke kediaman salah satu temannya. Salah satu tersangka kemudian menawarkan diri untuk menjemput dan mengantar korban pulang.
Namun di tengah perjalanan, korban justru dibawa ke kawasan kebun kopi. Di lokasi tersebut, telah menunggu tiga pelaku lain yang kemudian melakukan pemerkosaan terhadap korban.
Tak berhenti di situ, korban kembali dibawa ke sebuah rumah kos bernama Arizona. Di tempat tersebut, korban kembali mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh dua anggota polisi.
Akibat rangkaian peristiwa tersebut, korban mengalami trauma mendalam dan hingga kini masih dalam proses pemulihan secara fisik dan psikis.

















