Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siswi SD di Mandailing Natal Meninggal, Pemerintah Dalami Penyebabnya
Menteri PPPA, Arifah Fauzi dalam Sosialisasi Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit di Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2027)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • KemenPPPA mendorong penyelidikan menyeluruh atas kematian siswi SD berusia 7 tahun di Mandailing Natal.

  • Polisi masih mendalami penyebab kematian untuk memastikan kemungkinan adanya unsur tindak pidana.

  • Keluarga korban mendapat pendampingan, sementara orang tua dan guru diminta lebih peka terhadap kondisi anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (9/10/2026)

KemenPPPA menyampaikan belasungkawa dan mendorong penanganan kasus secara menyeluruh serta pemulihan bagi keluarga korban.

Saat ini

Polres Mandailing Natal masih mendalami penyebab kematian dan kemungkinan adanya tindak pidana. Dinsos P3A mendampingi keluarga serta berkoordinasi dengan kepolisian dan Puskesmas Malintang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • Apa?
    Kematian siswi sekolah dasar berusia 7 tahun sedang didalami untuk memastikan penyebabnya dan kemungkinan adanya unsur tindak pidana.
  • Siapa?
    Korban adalah siswi sekolah dasar berusia 7 tahun. KemenPPPA, Polres Mandailing Natal, Dinsos P3A, dan Puskesmas Malintang menangani pendampingan serta penelusuran kasus.
  • Di mana?
    Kasus terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
  • Kapan?
    Keterangan KemenPPPA dikutip dari siaran pers pada Jumat (9/10/2026).
  • Mengapa?
    Penyebab kematian masih didalami untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
  • Bagaimana?
    Polres Mandailing Natal melakukan pendalaman, sementara Dinsos P3A mendampingi keluarga dan berkoordinasi dengan puskesmas serta kepolisian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seorang siswi SD berusia 7 tahun meninggal di Mandailing Natal. Polisi sedang mencari tahu penyebabnya dan apakah ada tindak pidana. KemenPPPA, Dinsos P3A, polisi, dan puskesmas membantu keluarga korban. Keluarga mendapat pendampingan. Orang tua dan guru juga diminta memperhatikan perasaan anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penanganan kasus turut memperhatikan kondisi keluarga korban. Dinsos P3A melakukan asesmen kebutuhan dan mengidentifikasi dukungan yang diperlukan, sedangkan KemenPPPA mendorong pemulihan keluarga. Koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan puskesmas juga menunjukkan adanya upaya pendampingan yang berjalan bersama proses pendalaman penyebab kematian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong penyelidikan menyeluruh atas kematian siswi sekolah dasar berusia tujuh tahun di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara. Polres Mandailing Natal masih mendalami penyebab kematian korban, untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan pemerintah juga berkoordinasi, untuk memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga atas kehilangan yang dialami. Tidak ada kata yang dapat menggantikan kehilangan seorang anak," ujar Arifah dikutip dari siaran pers, Senin (12/10/2026).

"Kami berharap keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi yang sangat berat ini. Kemen PPPA telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, dan mendorong agar penanganan kasus dilaksanakan secara menyeluruh, serta megedepankan pemulihan bagi keluarga yang ditinggalkan,” sambungnya.

1. Polisi masih mendalami penyebab kematian

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenteriPPPA) Arifah Fauzi bicara pencegahan kekerasan seksual di lokasi bencana banjir. (IDN Times/Amir Faisol)

KemenPPPA telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Mandailing Natal.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, polisi masih mendalami kasus ini untuk memastikan penyebab kematian siswi tersebut, sekaligus menelusuri kemungkinan adanya tindak pidana.

2. Keluarga korban mendapat pendampingan

Ilustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Dinsos P3A Kabupaten Mandailing Natal telah mendampingi keluarga korban, untuk menilai kebutuhan dan mengidentifikasi dukungan yang diperlukan. Instansi tersebut juga berkoordinasi dengan Polres Mandailing Natal dan Puskesmas Malintang, guna memantau perkembangan penanganan kasus.

“Saat ini, Dinsos P3A Kabupaten Mandailing Natal telah mendampingi keluarga korban untuk melakukan asesmen kebutuhan, dan mengidentifikasi dukungan yang diperlukan. Dinsos P3A juga terus berkoordinasi dengan Polres Mandailing Natal dan Puskesmas Malintang, untuk memantau perkembangan penanganan kasus serta memastikan kebutuhan pendampingan keluarga dapat ditindaklanjuti,” katanya.

3. Orang tua dan guru diminta peka terhadap kondisi anak

Ilustrasi kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)

KemenPPPA mengingatkan orang tua, guru, dan lingkungan sekitar agar lebih peka terhadap kondisi emosional anak. Rumah dan sekolah diharapkan menjadi ruang aman yang bebas dari kekerasan fisik maupun verbal.

“Anak butuh ruang untuk bercerita dan merasa dipahami. Mari kita pastikan setiap anak memiliki orang dewasa yang dipercaya untuk bercerita ketika mereka merasa takut, sedih atau sedang tidak baik-baik saja,” kata Arifah.

Arifah menyebut KemenPPPA akan terus mengawal penanganan kasus bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.

Curated For You

Editorial Team

Related Article