Tarawih Akbar di Monas Batal, Dipindah ke Istiqlal?

Jakarta, IDN Times –Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan mempertimbangkan untuk mengalihkan acara salat tarawih akbar yang rencananya akan digelar di Monumen Nasional (Monas) ke Masjid Istiqlal.
“Kita lagi mencoba berkoordinasi dengan Masjid Istiqlal, apakah bisa melakukan satu koordinasi supaya buka puasa dan tarawihnya bisa dilakukan di Masjid Istiqlal,” kata Sandi di kantor pusat Indosat, Jakarta, Senin (21/5).
1. Mempertimbangkan saran ulama

Pemindahan lokasi salat tarawih di Masjid Istiqlal juga mempertimbangkan saran ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
“Kita koordinasikan juga dengan teman-teman NU, Muhammadiyah, di MUI. Dan akhirnya setelah kita pertimbangkan, kita akan ikuti saran dari ulama,” ucap Sandiaga.
2. Masjid dikhawatirkan tidak akan menampung jemaah

Pada Minggu (20/5) Sandiaga mengatakan tetap berkonsultasi dengan ulama untuk pelaksanaan salat tarawih di Monas. Ia khawatir jika diadakan di Masjid Istiqlal tidak akan menampung jemaah. Sandi menambahkan ia tidak menargetkan jumlah jemaah yang hadir dalam salat tarawaih akbar itu.
“Salah satu concern kemarin itulah, bagaimana kalau kita membeludak keinginannya, ada masjid yang ditentukan seperti Masjid Istiqlal tidak mencukupi," terang Sandi di Sunter, Jakarta Utara, Minggu (20/5).
3. Demi persatuan warga

Salah satu keinginan Pemprov DKI Jakarta, kata Sandi, juga untuk memersatukan jemaah menjadi satu di Monas. Dia juga menambahkan bahwa Monas adalah lambang dari kota Jakarta.
"Dan juga, lambang kota Jakarta di Monas. Itu adalah keinginan dari warga, sudah dikonsultasi dengan para ulama," ucap Sandi.
















