Wakil Uni Eropa ke KTT Board of Peace, Tapi Bukan Jadi Anggota

- Uni Eropa hadiri pertemuan perdana Board of Peace yang digagas Presiden AS Donald Trump.
- Komisioner Eropa untuk Mediterania mewakili Uni Eropa dalam pertemuan, namun Uni Eropa tidak bergabung sebagai anggota dewan tersebut.
- Partisipasi Uni Eropa difokuskan pada komitmen jangka panjang terhadap implementasi gencatan senjata di Gaza dan rekonstruksi wilayah tersebut.
Jakarta, IDN Times - Uni Eropa akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan ini. Namun, Brussels menegaskan partisipasi tersebut tidak berarti Uni Eropa bergabung sebagai anggota dewan tersebut.
Komisioner Eropa untuk Mediterania, Dubravka Suica, akan mewakili Uni Eropa dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada Kamis (19/2/2026).
Penegasan itu disampaikan di tengah berkembangnya peran Board of Peace yang kini disebut tidak hanya berfokus pada Gaza, tetapi juga pada konflik internasional lainnya.
1. Uni Eropa hadir untuk isu Gaza, bukan anggota

Juru bicara Uni Eropa, Guillaume Mercier, menyatakan kehadiran Suica dalam forum tersebut bersifat terbatas.
“Ia akan berpartisipasi dalam pertemuan Board of Peace untuk bagian khusus yang didedikasikan bagi Gaza. Perlu saya tegaskan, Komisi Eropa tidak menjadi anggota Board of Peace,” kata Mercier, dilansir dari CTV News, Selasa (17/2/2026).
Ia menambahkan, partisipasi Uni Eropa merupakan bagian dari komitmen jangka panjang terhadap implementasi gencatan senjata di Gaza.
“Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang kami terhadap pelaksanaan gencatan senjata di Gaza dan untuk mendukung rekonstruksi serta pemulihan di Gaza,” ujarnya.
Dengan demikian, Uni Eropa menekankan keterlibatannya bersifat spesifik dan tidak mengubah posisinya secara kelembagaan terhadap dewan tersebut.
2. Peran Board of Peace yang berkembang

Board of Peace, yang diketuai oleh Presiden Trump, pada awalnya dirancang untuk mengawasi gencatan senjata di Gaza serta proses rekonstruksi pascaperang antara Hamas dan Israel. Namun, seiring waktu, tujuan dewan tersebut berkembang.
Board of Peace kini disebut memiliki ambisi untuk menyelesaikan berbagai konflik internasional. Perubahan cakupan ini memicu kekhawatiran, Presiden AS berupaya membentuk struktur yang dapat menjadi pesaing Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Beberapa negara anggota Uni Eropa pun menyampaikan keprihatinan atas perkembangan tersebut.
3. Uni Eropa soroti tata kelola dan kesesuaian dengan Piagam PBB

Juru bicara Uni Eropa lainnya, Anouar El Anouni, menyampaikan masih terdapat sejumlah pertanyaan terkait Board of Peace.
“Kami masih memiliki sejumlah pertanyaan mengenai beberapa elemen dalam Board of Peace: pertama mengenai cakupannya, kedua mengenai tata kelolanya, dan ketiga mengenai kesesuaiannya dengan Piagam PBB,” ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan sikap hati-hati sebagian negara anggota Uni Eropa terhadap inisiatif tersebut. Meski demikian, Uni Eropa tetap menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza.
Partisipasi dalam pertemuan pekan ini disebut difokuskan pada isu kemanusiaan dan pemulihan wilayah tersebut, tanpa implikasi keanggotaan formal dalam Board of Peace.















