Terpesona di Pondok Gede: Adu Kreatif Yel-yel Peserta Diklat PPHI 2026

- Yel-yel peserta yang menyanyikan lagu "Terpesona".
- Wamenhaj menitipkan amanah di malam Isra Miraj dan mengingatkan agar tidak mengkhianati hak jamaah haji.
- Kisah Pak Tobroni menggugah hati peserta
Jakarta, IDN Times - Suasana Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, yang biasanya tertib mendadak gemuruh pada Kamis malam (15/01/2026). Ribuan peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mengubah lapangan apel menjadi arena unjuk kekompakan yang luar biasa energik.
Sebelum apel resmi dimulai, delapan kompi peserta diklat terlibat dalam "perang" yel-yel. Suara hentakan kaki dan tepuk tangan serentak menggema memecah keheningan malam. Semangat yang meluap-luap dari para peserta ini ternyata memancing rasa penasn Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang baru saja tiba di lokasi.
1. Saat Wamen larut dalam "Terpesona"

Melihat antusiasme yang tinggi, Dahnil turun dari podium. Ia ke lapangan, mendekati barisan kompi yang sedang beraksi. Kehadiran orang nomor dua di Kementerian Haji dan Umrah ini disambut histeria para peserta.
"PPIH... Luar Biasa! Are you ready?" teriak komandan kompi yang langsung disambut gemuruh jawaban "Yes! Yes! Yes!" dari pasukannya.
Momen paling menarik terjadi ketika salah satu kompi menyanyikan lagu legendaris "Terpesona" dengan lirik yang digubah khusus untuk menyambut sang Wakil Menteri. Dahnil tampak tersenyum lebar dan tidak canggung berbaur di tengah kerumunan peserta yang bernyanyi, "Aku terpesona... memandang wajahmu yang tampan."
Wamen Dahnil terlihat menyalami satu per satu peserta, tertawa, dan bahkan ikut memberikan tepuk tangan mengimbangi irama semangat mereka. Interaksi cair ini seolah meruntuhkan sekat birokrasi antara pejabat negara dan calon petugas lapangan, menciptakan suasana keakraban yang hangat namun tetap disiplin.
2. Titip amanah di malam isra miraj

Usai sesi yel-yel yang memacu adrenalin, suasana berubah khidmat saat apel resmi dimulai. Dalam pidatonya, Dahnil mengingatkan bahwa malam tersebut bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj, sebuah momentum spiritual yang relevan bagi para pelayan tamu Allah.
Ia menegaskan bahwa di balik seragam petugas haji, terdapat tiga amanah berat yang tidak boleh dikhianati.
"Anda mengemban tiga amanah. Pertama, amanah dari Allah SWT karena Anda melayani tamu-tamu-Nya. Kedua, amanah dari jemaah haji yang berjuang menabung puluhan tahun. Dan ketiga, amanah dari negara yang bertanggung jawab melindungi warganya," tegasnya.
3. Jangan khianati hak jamaah haji

Untuk menggugah hati peserta, Dahnil menceritakan kisah nyata seorang jemaah bernama Pak Tobroni yang ia temui tahun lalu. Pak Tobroni rela menjual rumah dan sawah satu-satunya demi melunasi biaya haji setelah menunggu 25 tahun, hingga ia tidak memiliki tempat tinggal saat pulang nanti.
"Saya tidak bisa memikirkan betapa jahatnya kita jika sampai tega mengkhianati atau mengambil hak-hak orang seperti Pak Tobroni," ucap Dahnil.


















