Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TOP 5: Bandara Ditutup hingga Sekolah di DKI PJJ karena Erupsi Anak Krakatau

TOP 5: Bandara Ditutup hingga Sekolah di DKI PJJ karena Erupsi Anak Krakatau
Sejumlah pesawat terbang parkir di apron Bandara Ahmad Yani Semarang. (IDN Times/Dok Humas Bandara Ahmad Yani)
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 6 September 2026 memicu penutupan enam bandara, termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, serta pembatalan penerbangan.
  • Abu vulkanik dilaporkan turun di Depok, Tangerang, dan Jakarta, menyelimuti rumah serta kendaraan; DKI menerapkan PJJ seluruh sekolah mulai 7 September 2026.
  • Kemendagri mengimbau WFH sebagian bagi ASN di daerah terdampak, sementara Polri menangani 169 laporan karhutla dan menetapkan 113 tersangka hingga 4 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sejumlah bandara ditutup imbas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026). Artikel tersebut menjadi salah satu yang populer di IDN Times.

Selain itu, sekolah di DKI berlakukan PJJ, abu vulkanik erupsi Gunung Krakatau sampai Jakarta, Kemendagri imbau ASN WFH, hingga 113 orang jadi tersangka karhutla juga turut masuk dalam deretan Top 5 IDN Times.

  1. 1. Erupsi Anak Krakatau, enam bandara ditutup

    Menteri Perhubungan, Dudi Purwagandhi, mengungkapkan sebanyak 6 bandara di Indonesia ditutup akibat adanya sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau mulai Minggu (6/9/2026). Keenam bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Radin Inten II, Bandara Pondok Cabe, dan Bandara Kertajati.

    "Tapi, semua yang ada di enam bandara itu ya itu yang kami batalkan penerbangannya. Nanti detail-nya nanti dari pihak Angkasa Pura nanti akan menyampaikannya jumlahnya ya," kata Dudi di Bandara Soekarno-Hatta.

    Baca selengkapnya di sini!

  2. 2. Warga Jakarta hingga Depok dihujani abu vulkanik Gunung Anak Krakatau

    Warga Depok, Tangerang, dan Jakarta, dihujani abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/20206). Abu vulaknik cukup tebal menyelimuti lantai-lantai rumah, kendaraan, hingga atap rumah.

    Seperti dialami warga Depok, Jawa Barat, Umi Kalsum, lantai rumah dan sepeda motor di halaman rumah pagi ini mendadak dilumuri abu.

    Baca selengkapnya di sini!

  3. 3. Dinas Pendidikan terapkan PJJ seluruh sekolah di Jakarta akibat erupsi Anak Krakatau

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin (7/9/2026) untuk seluruh satuan pendidikan di Jakarta menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi mencapai wilayah DKI Jakarta.

    Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.

    Baca selengkapnya di sini!

  4. 4. Kemendagri imbau daerah terdampak erupsi Anak Krakatau WFH sebagian

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau seluruh pemerintah daerah terdampak abu vulkanik akibat erupsi Anak Gunung Krakatau untuk memberlakukan kebijakan work form home (WFH) sebagian kepada aparatur sipil negara (ASN). Terutama kepada mereka yang bekerja di sektor pelayanan publik.

    Hal itu disampaikan Mendagri, Tito Karnavian, dalam jumpa pers virtual pada Minggu (6/9/2026).

    Baca selengkapnya di sini!

  5. 5. Sebanyak 113 orang jadi tersangka karhutla, terbanyak di Riau

    Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menyelidiki kasus tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 4 September 2026, Polri telah menangani 169 laporan dengan luas areal terbakar mencapai 4.741,8915 hektare dan menetapkan 113 orang sebagai tersangka.

    Kasubdit III Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol. Pipit Subiyanto mengatakan, para tersangka yang telah ditetapkan hingga saat ini didominasi perorangan, yang melakukan pembakaran di lahan miliknya sendiri, antara lain dengan motif membuka lahan.

    Baca selengkapnya di sini!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More