Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gudang Medis WHO di Ukraina Rusak akibat Serangan Udara

Gudang Medis WHO di Ukraina Rusak akibat Serangan Udara
Ilustrasi bangunan rusak (magnific.com/magnific)
  • Gudang utama WHO berisi pasokan medis kemanusiaan di Oblast Kiev rusak akibat serangan udara pada 4 September 2026, tanpa korban karena staf tidak berada di lokasi.
  • Pemeriksaan kerusakan dan stok medis terhambat asap tebal serta kondisi keamanan; WHO menyiapkan gudang alternatif untuk menjaga distribusi obat dan bantuan darurat.
  • Insiden di Kiev menjadi serangan ketiga terhadap fasilitas logistik medis dalam tiga bulan; sepanjang 2026, sedikitnya 20 gudang bantuan rusak, termasuk 15 penyimpanan pasokan kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa gudang penyimpanan pasokan medis kemanusiaan di wilayah Kiev, Ukraina, rusak akibat serangan udara pada Jumat (4/9/2026). Insiden ini memicu keprihatinan internasional terkait kelangsungan bantuan medis darurat bagi warga sipil di negara tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak adanya perlindungan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas logistik kesehatan di zona konflik. Saat ini, badan kemanusiaan global itu memprioritaskan penanganan dampak serangan agar rantai distribusi obat-obatan tidak terputus.

  1. 1. Serangan udara hantam fasilitas logistik utama WHO

    Gempuran udara yang menyasar kawasan sekitar ibu kota Kiev ini terjadi antara malam hingga dini hari. Kompleks pergudangan yang terdampak merupakan salah satu depo utama penyimpan pasokan medis darurat berskala besar.

    “Serangan udara di Oblast Kiev berdampak pada salah satu gudang utama WHO yang menyimpan kebutuhan medis kemanusiaan,” kata Juru Bicara WHO, Christian Lindmeier, dilansir France 24.

    Meski fasilitas logistik tersebut mengalami kerusakan fisik, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Seluruh staf WHO dipastikan selamat karena sedang tidak berada di lokasi saat gempuran terjadi.

  2. 2. Asap tebal hambat pemeriksaan kerusakan

    Proses pemeriksaan fisik untuk menakar tingkat kerusakan bangunan masih terkendala oleh situasi keamanan yang belum stabil. Area di sekitar depo logistik masih diselimuti kepulan asap pekat, sehingga petugas dilarang mendekati titik reruntuhan.

    “Akses ke lokasi masih dibatasi karena asap tebal dan masalah keselamatan. Penilaian terkait potensi kerusakan stok medis juga sedang berjalan,” ujar Lindmeier.

    Untuk mencegah krisis perbekalan medis di berbagai fasilitas kesehatan, WHO segera menyiapkan gudang penampungan alternatif. Depo pengganti ini disiapkan guna mempercepat pengadaan kembali persediaan medis yang hancur, bekerja sama dengan jejaring mitra internasional.

  3. 3. Serangan terhadap fasilitas kemanusiaan terus berulang

    Kerusakan gudang di Kiev ini menjadi insiden ketiga yang menyasar fasilitas logistik medis kemanusiaan dalam tiga bulan terakhir. Pada Agustus lalu, serangan udara di Dnipro bahkan menghancurkan separuh persediaan medis yang ditujukan bagi 225 ribu warga di garis depan pertempuran.

    “Serangan ini merupakan bagian dari pola berulang yang mengganggu operasi kemanusiaan di seluruh Ukraina,” ungkap Lindmeier.

    Catatan pemantauan menunjukkan setidaknya 20 serangan telah merusak gudang bantuan di Ukraina sepanjang tahun 2026, dengan 15 di antaranya merupakan tempat penyimpanan pasokan kesehatan. WHO menegaskan bahwa koordinat seluruh depo bantuan sebenarnya telah diserahkan kepada pihak-pihak yang bertikai demi menjamin perlindungannya sesuai hukum humaniter internasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More