Town Hall PPSU, Pramono Perketat Pengawasan Usai Skandal Manipulasi Ai

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar Town Hall Meeting dengan ratusan petugas PPSU usai terungkap manipulasi laporan warga menggunakan foto hasil rekayasa AI di Kalisari, Jakarta Timur.
- Pramono menegaskan pentingnya sistem kerja yang transparan dan terbuka, serta meminta petugas fokus pada kinerja nyata di lapangan, bukan sekadar menyenangkan pimpinan.
- Tiga petugas PPSU menerima surat peringatan pertama dan lurah Kalisari dibebastugaskan untuk pembinaan, sementara Pemprov DKI diminta memperkuat budaya kerja responsif dan terpercaya.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumpulkan ratusan petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) perwakilan tiap kelurahan dalam forum Town Hall Meeting di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Forum ini digelar buntut manipulasi dalam merespons laporan warga yang menggunakan foto hasil rekayasa artificial intelligence (AI) di Kalisari, Jakarta Timur. Pramono mengungkapkan, kasus manipulasi respons aduan warga tentang parkir liar mencoreng wajah Jakarta.
"Setelah kami dalami berbagai persoalan, termasuk yang di Kalisari, memang itu betul-betul mencoreng wajah Jakarta. Dan kami, saya sebagai Gubernur, tidak mau itu terulang kembali, sehingga tidak ada ruang untuk itu bisa diulang kembali," katanya.
1. Perbaiki tata sistem lebih transparan

Pramono ingin memperbaiki sistem dan tata kelola yang lebih baik, transparan, terbuka. Menurutnya, masukan, pendapat, saran, bahkan kritik dari warga adalah modal bagi Pemerintah DKI Jakarta untuk melakukan perbaikan diri.
"Sehingga dengan demikian, saya minta tidak boleh lagi hanya sekadar memberikan atau menyenangkan pimpinan, tetapi kerja riil di lapangan," katanya
2. Pramono jatuhkan surat peringatan

Terkait pelanggaran yang sempat terjadi, Pramono mengungkapkan bahwa tiga petugas PPSU telah diberikan surat peringatan pertama (SP1) dan mendapat kesempatan terakhir untuk memperbaiki kinerja. Selain itu, sejumlah pejabat terkait, termasuk lurah setempat, telah dibebastugaskan untuk menjalani pembinaan.
"Di Kalisari itu Bu Lurah yang menyandangnya, kami bebaskan dari jabatan Lurahnya untuk dilakukan pembinaan. Tetapi saya juga tidak mau menghilangkan karier seseorang. Setelah nanti dibina menjadi lebih baik, kita kasih kesempatan untuk bisa berkarya lebih baik," katanya.
3. Tingkatkan pelayanan kualitas

Pramono berharap, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta semakin solid dalam membangun budaya kerja yang responsif, terbuka, dan berorientasi pada penyelesaian masalah warga.
“Saya berharap, melalui pertemuan ini, kita dapat memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam penanganan pengaduan masyarakat agar lebih responsif, transparan, dan dapat dipercaya,” katanya.
















