Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tukang Es yang Tusuk Pemotor hingga Tewas, Kabur ke Palembang

Dokumen Ist
Dokumen Ist

Bekasi, IDN Times - Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jaya berhasil mengamankan tukang es buah yang menusuk pemotor hingga tewas. Penusukan tersebut terjadi di Kampung Pulokapuk RT 02, RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (24/5/2022) lalu. 

"Kemarin (Pelaku) sudah dijemput tim polda dan Polres. Sekarang posisi (pelaku) sudah di Polda," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan kepada wartawan, Kamis (2/6/2022). 

1. Pelaku diserahkan keluarga ke polisi

Ilustrasi, tersangka. Shutterstock
Ilustrasi, tersangka. Shutterstock

Setelah peristiwa penusukan, lanjut Gidion, pelaku melarikan diri ke tempat keluarganya di wilayah Palembang. Keluarga yang mengetahui perbuatan pelaku di Bekasi langsung menyerahkannya ke Polsek terdekat. 

"Ya mereka (pelaku) lari ke palembang. Terus sama keluarganya di serahkan ke Polsek setempat," jelasnya. 

Saat ini, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi masih mendalami motif pelaku tega menusuk korban hingga tewas. 

2. Berawal dari gerobak es pelaku yang tertabrak

Ilustrasi penusukan (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi penusukan (IDN Times/Mia Amalia)

Sebelumnya, Kapolsek Cikarang Kompol Mustakim menjelaskan peristiwa tersebut berawal ketika korban berinisial N dalam kondisi mabuk bersama temannya, mengendarai sepeda motor menabrak gerobak es milik pelaku.

"Pelaku sempat ditabrak dulu oleh korban, kemudian terjadi cekcok mulut yang berujung perkelahian," katanya kepada wartawan, Rabu (25/5/2022). 

Setelah cekcok, lanjut Mustakim, pelaku mengeluarkan senjata tajam dari gerobaknya dan korban yang berusia 43 tahun itu langsung mencoba melarikan diri. Korban yang takut dan ingin melarikan diri, mengalami luka tusakan di bagian punggung dan tangan saat hendak kabur menggunakan motor. 

"Dia (korban) berdua naik motornya, posisi dia di belakang. Lukanya di punggung belakang, sama di tangan," kata Mustakim. 

3. Korban tewas akibat kehilangan banyak darah

Ilustrasi korban tewas (IDN Times/ Mardya Shakti)
Ilustrasi korban tewas (IDN Times/ Mardya Shakti)

Setelah kejadian tersebut, N sempat dilarikan ke klinik dan rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawanya tidak tertolong karena kehilangan banyak darah.

"Korban sempat dibawa ke klinik, lalu ke rumah sakit, pas sampai sana baru meninggal. Bukan meninggal di TKP," kata Mustakim.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Imam Faishal
EditorImam Faishal
Follow Us

Latest in News

See More

Trump Kembali Ancam Iran, Armada AS Dikerahkan ke Timur Tengah

29 Jan 2026, 00:43 WIBNews