Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AMM 2026 Dimulai, Menlu ASEAN Berkumpul Cebu Filipina

IMG_8325.jpeg
Logo ASEAN. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya sih...
  • AMM 2026 dimulai dengan kehadiran penuh menteri luar negeri 10 negara anggota ASEAN di Filipina.
  • Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan visi ASEAN sepanjang 2026 dan membahas isu-isu lintas sektor.
  • Situasi di Myanmar, perkembangan regional dan global, serta isu keamanan kawasan akan menjadi fokus utama dalam diskusi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seluruh menteri luar negeri 10 negara anggota ASEAN menghadiri ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) Retreat yang digelar pada 28–29 Januari 2026 di Nustar Hotel, Cebu City, Filipina. Pertemuan ini menjadi agenda menteri luar negeri pertama berskala besar di bawah keketuaan Filipina di ASEAN pada 2026.

Kehadiran penuh seluruh negara anggota menegaskan pentingnya AMM Retreat sebagai forum awal untuk menyelaraskan arah kebijakan dan prioritas ASEAN sepanjang tahun. Pertemuan ini juga menjadi momentum bagi Filipina untuk memimpin konsolidasi agenda regional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Kepastian kehadiran seluruh negara ASEAN disampaikan oleh Juru Bicara ASEAN Dominic Xavier Imperial dalam konferensi pers, dikutip dari Sun Star, Selasa (28/1/2026). Ia menegaskan, AMM Retreat akan dihadiri para menteri luar negeri dan pejabat senior dari seluruh kawasan.

“Partisipasi penuh ini menunjukkan betapa pentingnya pertemuan ini, terutama sebagai pertemuan menteri luar negeri pertama di bawah keketuaan Filipina,” ujar Imperial.

1. Fokus awal keketuaan Filipina di ASEAN

Flag of philippines
Ilustrasi bendera Filipina. (Freepik)

AMM Retreat akan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa P. Lazaro dan menjadi ajang awal untuk menyelaraskan visi ASEAN sepanjang 2026. Dalam forum ini, para menteri luar negeri akan meninjau hasil pertemuan puncak ASEAN sebelumnya serta membahas prioritas utama organisasi ke depan.

Imperial menjelaskan, pertemuan ini dirancang sebagai ruang diskusi terbuka dan strategis.

“AMM Retreat memberi kesempatan kepada para menteri untuk menyelaraskan prioritas ASEAN, meninjau hasil KTT terakhir, serta bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan global,” katanya.

Filipina mengusung tema keketuaan ASEAN 2026, “Navigating Our Future, Together”. Melalui tema ini, Filipina menargetkan kemajuan yang seimbang di tiga pilar utama Komunitas ASEAN, yakni politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.

Selain itu, berbagai isu lintas sektor akan menjadi bagian penting dalam pembahasan, termasuk kerja sama maritim, transformasi digital, kecerdasan buatan, perubahan iklim, serta kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.

2. Myanmar dan isu kawasan jadi agenda utama pembahasan

ilustrasi peta ASEAN (commons.wikimedia.org)
ilustrasi peta ASEAN (commons.wikimedia.org)

Situasi di Myanmar juga akan menjadi salah satu agenda utama dalam AMM Retreat. Pembahasan akan dilakukan dalam kerangka Five-Point Consensus atau Konsensus Lima Poin ASEAN, yang selama ini menjadi acuan pendekatan regional terhadap krisis di negara tersebut.

Namun, Imperial menegaskan, masih terlalu dini untuk berspekulasi mengenai sikap ASEAN terhadap pemilu Myanmar yang baru saja digelar.

“Situasi Myanmar akan dibahas dalam kerangka Konsensus Lima Poin, tetapi masih terlalu awal untuk memprediksi bagaimana negara-negara anggota akan menyikapi pemilu tersebut,” ujarnya.

Myanmar sendiri tidak akan diwakili di tingkat menteri dalam pertemuan ini. Negara tersebut akan diwakili oleh pemimpin Senior Officials’ Meeting (SOM) dengan jabatan setingkat Sekretaris Permanen Kementerian Luar Negeri.

Imperial menolak menyebutkan nama pejabat yang mewakili Myanmar.

“Pengumuman resmi mengenai perwakilan Myanmar sebaiknya disampaikan langsung oleh otoritas Myanmar,” katanya.

3. Laut Filipina Barat dan isu global ikut disorot

ilustrasi Laut China Selatan (crisisgroup.org)
ilustrasi Laut China Selatan (crisisgroup.org)

Selain Myanmar, para menteri luar negeri ASEAN diperkirakan akan membahas berbagai perkembangan regional dan global. Imperial menyebut format retreat memungkinkan diskusi yang lebih terbuka, santai, dan jujur di antara para menteri.

“Ketika kita bicara tentang perkembangan regional dan global, cakupannya sangat luas. Itulah sebabnya pertemuan ini disebut sebagai retreat, karena memungkinkan para menteri menyampaikan keprihatinan mereka secara bebas,” ujar Imperial.

Isu keamanan kawasan seperti perkembangan di Laut Filipina Barat dan Laut China Selatan juga diperkirakan akan mencuat dalam diskusi, mengingat signifikansinya bagi stabilitas regional. Namun, Imperial menekankan, pembahasan isu-isu tersebut akan bergantung pada dinamika pertemuan.

Selain itu, potensi titik panas kawasan, termasuk isu perbatasan Thailand–Kamboja, dapat turut dibahas apabila diangkat oleh negara anggota terkait. Sementara itu, terkait geopolitik global, permohonan Ukraina untuk menjadi mitra dialog sektoral ASEAN masih dalam proses dan belum ada keputusan final.

“Belum ada keputusan apa pun mengenai hal tersebut,” beber Imperial.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More

Trump Ancam Setop Dukung Irak jika Eks PM Maliki Terpilih Lagi

28 Jan 2026, 23:05 WIBNews