- Speed Dating dengan Timses Calon Gubernur, di mana peserta dapat berdialog langsung dengan perwakilan tim sukses setiap paslon.
- Lepas Lelah Kelas Menengah, sesi di mana peserta dapat mengekspresikan pandangan dan perasaannya terhadap kondisi politik dan sosial di Jakarta.
- Bijak Pilkada Website Tour, Perkenalan fitur dan manfaat BijakPilkada.id sebagai sumber informasi terpercaya seputar pilkada.
- Nobar Debat Cagub, diskusi interaktif yang menghidupkan momen debat calon gubernur melalui perspektif komunitas dan calon pemilih.
Festival Pilkada Jakarta: Ruang Diskusi dan Aspirasi Jelang Pilkada

- Festival Pilkada Jakarta digelar oleh Bijak Demokrasi dan Kitabisa untuk mempersiapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam Pilkada DKI Jakarta.
- Acara ini berisi simulasi pencoblosan, dialog dengan timses cagub, website tour BijakPilkada.id, dan nobar debat cagub.
- Ketua KPU DKI Jakarta mengingatkan pentingnya partisipasi aktif anak muda dalam pemilihan gubernur yang bisa menjalankan programnya.
- Festival Pilkada Jakarta digelar oleh Bijak Demokrasi dan Kitabisa untuk mempersiapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam Pilkada DKI Jakarta.
- Acara ini berisi simulasi pencoblosan, dialog dengan timses cagub, website tour BijakPilkada.id, dan nobar debat cagub.
- Ketua KPU DKI Jakarta mengingatkan pentingnya partisipasi aktif anak muda dalam pemilihan gubernur yang bisa menjalankan programnya.
Jakarta, IDN Times - Dalam rangka menyambut Pilkada DKI Jakarta yang akan digelar pada 27 November 2024, gerakan independen Bijak Demokrasi bersama platform Kitabisa mengadakan Festival Pilkada Jakarta, pada Minggu (17/11/2024).
Acara ini merupakan ruang interaktif bagi masyarakat untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, dan berpartisipasi langsung dalam dialog demokrasi. Dalam Festival Pilkada Jakarta ini juga digelar simulasi pencoblosan lengkap dengan kotak suara.
1. Diisi berbagai kegiatan, salah satunya Speed Dating dengan Timses Cagub Cawagub

Festival Pilkada Jakarta dengan tema "Jakarta Oh Jakarta!" dirancang sebagai wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Jakarta, untuk memahami visi dan misi para calon kepala daerah (cakada).
Festival ini juga menggabungkan berbagai elemen diskusi, kreativitas, dan interaksi untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memperkuat demokrasi lokal melalui kegiatan, seperti:
Selain itu, dalam festival ini juga diluncurkan platform informasi pilkada bijakpilkada.id, serta kampanye "Saling Jaga Demokrasi" yang mengajak masyarakat bergotong royong menjaga jalannya demokrasi di Indonesia.
2. Ketua KPU Jakarta sebut banyak komunitas belum tentukan pilihan

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, Wahyu Dinata, hadir dalam acara ini dan menyampaikan apresiasinya kepada Bijak Demokrasi dan Kitabisa atas terselenggaranya Festival Pilkada Jakarta.
Dia juga mengatakan sukses pelaksanaan Pilkada Jakarta bukan karena KPU, melainkan banyak pihak, termasuk anak-anak muda saat ini.
Wahyu menyebut, banyak komunitas Jakarta saat ini yang belum menentukan suaranya.
"Setidaknya 15 persen sampai 20 persen banyak komunitas Jakarta yang sebenarnya belum menentukan suaranya atau pilihannya," ucap Wahyu dalam sambutannya, pada Minggu (17/11).
Dia juga mengingatkan untuk memilih gubernur yang sekiranya bisa menjalankan programnya dan bukan hanya wacana saja.
"Mana gubernur yang kira-kira bisa mengeksekusi programnya atau gubernur yang hanya melakukan wacana untuk menarik para pemilih untuk bisa memilih mereka," ujarnya.
Wahyu menegaskan, hanya ada tiga lembaga yang menyelenggarakan Pemilu, yaitu KPU, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu).
3. Andhyta Utami: penting memilih pemimpin yang dapat membentuk wajah Jakarta ke depan

CEO Think Policy dan Co-Head Bijak Demokrasi, Andhyta Firselly Utami, mengatakan lewat pilkada, masyarakat memilih calon pemimpin daerah yang nantinya akan menentukan kebijakan di semua bidang, baik kesehatan, transportasi, pendidikan, dan infrastruktur tempat tinggal.
Andhyta menyebut, Festival Pilkada Jakarta hadir untuk mengingatkan masyarakat bahwa suara masyarakat di pilkada sangat penting untuk memilih pemimpin yang dapat membentuk wajah Jakarta ke depan.
Co-founder sekaligus CEO Kitabisa, Vikra Ijas, menyoroti peran signifikan kelas menengah dalam berbagai gerakan sosial dan dampaknya yang nyata.
Namun menurutnya, kelas menengah ini juga sangat rentan dengan guncangan ekonomi.
"Namun kelas menengah ini juga sangat rentan, kalau ada guncangan ekonomi bisa langsung turun kelas, makanya kita semua perlu hadir, peduli, dan ambil sikap dalam demokrasi ini, salah satunya dengan pendanaan inisiatif sosial yang transparan. Melalui acara ini Kitabisa dan Bijak Demokrasi meluncurkan gerakan Saling Jaga Demokrasi di kitabisa.com/salingjagademokrasi," ujar Vikra Ijas.



















