Seberapa Ganas B-2 Spirit Milik AS yang Disebut Mampu Jangkau Iran?

- B-2 Spirit milik AS menunjukkan kemampuan serangan antarbenua lewat Operasi Midnight Hammer, menempuh misi lebih dari satu hari dengan dukungan pengisian bahan bakar udara berulang.
- Teknologi stealth B-2 memungkinkan pesawat menembus pertahanan udara Iran tanpa terdeteksi radar, membuktikan efektivitas desain low-observable dalam operasi jarak jauh tersebut.
- Dengan daya angkut besar, setiap B-2 membawa dua bom GBU-57 Massive Ordnance Penetrator yang mampu menghancurkan target bawah tanah, menjadikannya pesawat unik dalam inventaris tempur AS.
Jakarta, IDN Times - Pesawat pengebom siluman B-2 Spirit milik Amerika Serikat (AS) dikenal sebagai salah satu aset tempur paling strategis yang mampu menjangkau target antarbenua tanpa harus berpindah pangkalan. Kemampuannya terletak pada kombinasi jarak tempuh ekstrem, teknologi tak terdeteksi radar, serta daya angkut bom berdaya hancur tinggi.
Dalam Operasi Midnight Hammer, seluruh kemampuan tersebut diuji dalam satu rangkaian misi jarak jauh menuju Iran. Lalu seberapa ganas kekuatan B-2 Spirit jika digunakan lagi untuk menyerang Iran?
1. B-2 Spirit mampu luncurkan serangan antarbenua

Pada 22 Juni 2025, tujuh unit B-2 Spirit diberangkatkan dari Pangkalan Udara Whiteman di Missouri untuk menyerang fasilitas pengayaan nuklir Iran yang berada jauh di bawah tanah di Fordow dan Natanz dalam Operasi Midnight Hammer. Perjalanan menuju area sasaran memakan waktu sekitar 18 jam, sementara keseluruhan misi pulang-pergi berlangsung lebih dari satu hari.
Agar mampu menempuh jarak sejauh itu, pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling) menjadi faktor krusial sepanjang rute penerbangan. Pesawat tanker KC-135 dan KC-46A Pegasus ditempatkan di sejumlah titik strategis guna melakukan pengisian berulang, sehingga B-2 dapat terus terbang 9-12 ribu km tanpa henti. Sementara itu, kelompok B-2 lain bergerak ke arah barat melintasi Samudra Pasifik sebagai pengalih perhatian untuk mendukung kelancaran jalur utama.
Kemampuan seperti ini tak dimiliki semua pesawat tempur yang beroperasi dari wilayah AS. Jet tempur seperti F-35, F-22, dan F-15E memiliki combat radius atau jarak tempur efektif pulang-pergi tanpa pengisian tambahan sekitar 600-1.200 km, bergantung varian serta muatan. Sekalipun melakukan pengisian bahan bakar di udara berkali-kali, misi serangan presisi jarak sangat jauh tetap sulit dan kurang efisien karena membutuhkan banyak tanker KC-135 atau KC-46.
2. B-2 Spirit gunakan teknologi stealth tembus pertahanan

B-2 Spirit dibekali teknologi low-observable atau stealth yang dirancang untuk meminimalkan pantauan radar melalui bentuk aerodinamis dan material penyerap gelombang. Dengan kemampuan ini, pesawat dapat memasuki wilayah udara Iran yang memiliki sistem pertahanan ketat tanpa terdeteksi. Dalam operasi tersebut, B-2 berhasil menembus area target tanpa adanya tembakan yang diarahkan ke paket serangan AS saat fase masuk.
Dilansir dari BBC, Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, menyampaikan tidak ada tembakan yang dilepaskan terhadap serangan AS selama ingress. Penegasan itu memperlihatkan kinerja teknologi stealth dalam pelaksanaan misi. Selain itu, pesawat tempur pengawal lebih dulu menetralisasi ancaman permukaan-ke-udara, sedangkan kelompok decoy di Pasifik menambah elemen pengelabuan untuk mendukung operasi.
3. B-2 Spirit miliki daya angkut yang besar

Dilansir dari Usni News, ruang senjata internal B-2 Spirit dirancang cukup luas untuk membawa dua bom GBU-57 Massive Ordnance Penetrator di setiap pesawat. Bom yang dikenal sebagai bunker busterini memiliki bobot 30 ribu pon atau sekitar 13 ribu kg dan menjadi satu-satunya senjata dalam inventaris AS yang mampu menjangkau serta menghancurkan target bawah tanah yang keras. Dalam operasi tersebut, tujuh B-2 mengangkut total 14 bom, dengan enam dijatuhkan di Fordow dan dua di Natanz.
Daya angkut besar ini memungkinkan pengiriman beberapa munisi presisi berat dalam satu misi jarak jauh. Hingga kini, B-2 menjadi satu-satunya pesawat yang dapat membawa sekaligus mengoperasikan GBU-57 secara efektif. Penggunaan dalam operasi tersebut sekaligus menjadi debut tempur bagi bom itu, sementara desain kompartemen internal menjaga muatan tetap aman selama penerbangan panjang.


















