Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Terbaring di RS Tak Halangi Guru Madrasah Ikuti Uji Pengetahuan PPG

Terbaring di RS Tak Halangi Guru Madrasah Ikuti Uji Pengetahuan PPG
Terbaring di RS Tak Halangi Guru Madrasah Ikuti Uji Pengetahuan PPG (dok. pendis.kemenag.go.id)
Intinya Sih
  • Guru madrasah tetap mengikuti Uji Pengetahuan PPG meski dalam kondisi sakit, bahkan dari ranjang rumah sakit, menunjukkan semangat tinggi untuk meningkatkan kompetensi profesional.
  • Kementerian Agama memberi fleksibilitas ujian daring bagi peserta dengan kendala kesehatan atau geografis, memastikan kesetaraan kesempatan bagi seluruh guru di Indonesia.
  • Beberapa peserta menghadapi tantangan ekstrem seperti kontraksi saat hamil dan menyeberang laut demi sinyal internet, menggambarkan dedikasi luar biasa para pendidik menjalani ujian nasional ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Suasana hening menyelimuti sebuah ruang rawat inap rumah sakit. Di atas ranjang pasien, seorang guru madrasah tampak terbaring lemah.

Jarum infus menancap di punggung tangan kanannya, mengalirkan cairan penopang stamina. Namun, pandangannya tak lepas dari layar laptop yang menyala di sisi kirinya.

Pemandangan ini menjadi saksi bisu perjuangan para pendidik dalam pelaksanaan Uji Pengetahuan (UP) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch-4 Tahun 2025. Semangat mereka tak surut meski kondisi fisik sedang tidak bersahabat.

Kementerian Agama memberikan kelonggaran akses bagi peserta dengan kondisi khusus, mulai dari masalah kesehatan hingga kendala geografis. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan sistem ujian daring ini dirancang demi kesetaraan kesempatan bagi seluruh guru.

“Sistem pelaksanaan ujian yang dilakukan secara daring memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk tetap mengikuti tahapan asesmen meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur jaringan atau dalam kondisi kesehatan tertentu,” ujar dilansir dari laman resmi Ditjen Pendis Kemenag, Selasa (24/2/2026).

1. Tetap fokus ujian meski tangan terinfus

ilustrasi infus
ilustrasi infus (pexels.com/Anna Shvets)

Pengawas ujian di lapangan menemukan sejumlah peserta yang tetap mengikuti uji pengetahuan dengan berbagai kondisi. Mereka mengerjakan soal dari atas tempat tidur rumah sakit, mengurus bayi hingga sedang hamil besar. Pengawasan tetap dilakukan secara ketat melalui daring guna memastikan proses asesmen berjalan sesuai aturan.

Kondisi sakit tidak menyurutkan niat para guru untuk meningkatkan kompetensi. Fleksibilitas ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah agar hak guru mendapatkan sertifikasi tidak hangus hanya karena kondisi fisik yang sedang menurun.

2. Ibu hamil kontraksi hingga menyusui saat tes

Ilustrasi hamil (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi hamil (IDN Times/Mardya Shakti)

Cerita haru lainnya datang dari kaum ibu. Salah satu pengawas UP PPG, Siti Halimah, membagikan pengalamannya mengawasi peserta yang sedang hamil besar. Peserta tersebut bahkan sudah merasakan kontraksi menjelang persalinan saat ujian berlangsung.

“Peserta tersebut tetap mengikuti ujian dengan penuh semangat meskipun harus menyesuaikan posisi duduk dan berdiri selama pelaksanaan karena kondisi fisik yang tidak lagi nyaman,” kata Halimah.

“Tentunya, kami selaku pengawas memberikan izin penyesuaian posisi agar peserta tetap dapat menyelesaikan ujian tanpa mengganggu kesehatan,” sambungnya.

Tak hanya itu, ada pula peserta yang terpaksa membawa bayinya ke dalam ruangan ujian karena situasi mendesak.

“Dalam situasi tertentu, bayi peserta tersebut harus berada di dalam ruangan ujian karena tidak memungkinkan untuk ditinggalkan,” ucap dia.

Halimah lantas memberikan arahan agar peserta menunda pengerjaan bagian studi kasus hingga proses menyusui selesai demi optimalisasi waktu.

3. Bertaruh nyawa menyeberang laut demi sinyal

ilustrasi sinyal hp (freepik.com/freepik)
ilustrasi sinyal hp (freepik.com/freepik)

Perjuangan tidak hanya soal fisik, tetapi juga geografis. Halimah menceritakan kisah peserta di wilayah kepulauan yang harus menempuh perjalanan laut menggunakan perahu selama satu jam. Hal ini dilakukan semata-mata demi mendapatkan sinyal internet yang stabil untuk mengakses server ujian.

Meski waktu pengerjaan menjadi berbeda dari peserta lain, pendampingan pengawas memastikan kendala teknis ini teratasi tanpa mengurangi integritas tes.

Pelaksanaan UP PPG Batch-4 ini diikuti oleh 98.036 guru binaan Kementerian Agama dari seluruh penjuru Indonesia. Sebanyak 2.454 pengawas serta 56 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) turut memfasilitasi jalannya ujian ini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More