Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menduga kabar delapan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi tentara Rusia gara-gara tergiur iklan. Menurutnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan berdiplomasi tentang masalah tersebut.
"Intinya itu kan mereka apa sih? Tergiur iklan-iklan ya, katanya gitu. Nah, itu nanti Kemlu, yang akan mencoba menegosiasikan biasanya kalau misalnya bisa dikembalikan atau lain-lain, tapi kan mereka biasanya terikat kontrak kan? Itu sdah bukan fenomena yang baru sih, sebetulnya dari dulu juga udah pernah ada sekali-dua kali, tapi ya sekarang mengemuka lagi," ujar Christina di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu (2/9/2026).
