Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dasco: 8 WNI Jadi Tentara Rusia Direkrut Negara Pihak Ketiga, Diimingi Gaji Besar

Dasco: 8 WNI Jadi Tentara Rusia Direkrut Negara Pihak Ketiga, Diimingi Gaji Besar
Pimpinan DPR dalam jumpa pera di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Dasco menerima informasi mengenai delapan WNI yang disebut menjadi tentara bayaran Rusia melalui perekrutan negara pihak ketiga.
  • Kemlu dan otoritas intelijen disebut telah berkoordinasi serta mengirim utusan, sementara identitas dan proses perekrutan masih diverifikasi.
  • Intelijen Ukraina mengklaim memiliki dokumen perekrutan delapan WNI untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengaku telah mendengar informasi intelejen mengenai delapan Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi tentara bayaran Rusia melalui rekruitmen negara pihak ketiga.

Dasco mengatakan, ke delapan WNI tersebut mulanya hanya mendaftar sebagai satuan pengamanan ataupun tenaga administrasi yang diiming-imingi gaji besar. Namun, ternyata mereka dikirim sebagai tentara bayaran Rusia.

"Kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga, yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan atau pun kemudian tenaga administrasi, yang diiming-imingi oleh gaji yang besar," kata Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

  1. 1. Dasco sebut Kemlu kirim utusan ke Rusia

    Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR RI
    Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR RI (IDN Times/Amir Faisol)

    Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, otoritas intelejen dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah mengirimkan utusan ke Rusia menyikapi informasi delapan WNI tersebut.

    "Pada saat ini, otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi, berkoordinasi, dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut," kata dia.

  2. 2. Kemlu masih dalami informasi 8 WNI jadi tentara bayaran

    Dasco: 8 WNI Jadi Tentara Rusia Direkrut Negara Pihak Ketiga, Diimingi Gaji Besar
    Ilustrasi Kemlu RI. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Sementara itu, Kemlu menyebut informasi yang beredar belum dapat langsung disimpulkan sebagai keterlibatan WNI dalam militer Rusia, sebelum melalui proses verifikasi. Pemerintah, kata dia, masih mendalami fakta di lapangan melalui perwakilan diplomatik Indonesia.

    “Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan individu yang disebutkan masih perlu dipastikan lebih lanjut,” kata Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang kepada IDN Times, Senin (31/8/2026).

    Kemlu juga mengingatkan Indonesia memiliki ketentuan hukum mengenai keterlibatan warga negara Indonesia dalam dinas militer negara asing. Ketentuan tersebut juga dapat memiliki konsekuensi terhadap status kewarganegaraan seseorang.

    “Indonesia memiliki ketentuan hukum yang jelas mengenai keterlibatan WNI dalam dinas militer negara asing, termasuk konsekuensinya terhadap status kewarganegaraan,” kata Yvonne.

  3. 3. Ukraina ungkap 8 WNI jadi tentara bayaran Rusia

    ilustrasi tentara Rusia (unsplash.com/yasmin peyman)
    ilustrasi tentara Rusia (unsplash.com/yasmin peyman)

    Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (SZRU) menyatakan Rusia telah merekrut sedikitnya delapan WNI, untuk bergabung dengan angkatan bersenjatanya.

    Dalam laporan yang diterbitkan melalui Telegram pada 27 Agustus, intelijen Ukraina mengklaim telah memperoleh dokumen yang disebut mengonfirmasi perekrutan sejumlah WNI tersebut.

    Menurut Ukraina, perekrutan warga asing menjadi salah satu cara Rusia menambah kekuatan personel militernya, di tengah perang melawan Ukraina. Perekrutan itu juga disebut digunakan Kremlin untuk menunjukkan adanya dukungan internasional terhadap perang tersebut.

    “Kremlin sedang mencari ‘umpan meriam’ baru di kepulauan Indonesia,” demikian pernyataan intelijen Ukraina, dikutip dari The New Voice of Ukraine.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More