Ahok Sebut Tak Ada Temuan BPK- BPKP Selama Jadi Komut Pertamina

- Ahok menyatakan tidak pernah ada temuan BPK atau BPKP selama menjabat sebagai Komut Pertamina periode 2019-2024.
- Jaksa mendalami apakah Ahok menerima laporan dari direksi tentang operasional sewa, yang dijawab Ahok dengan tidak mengurus detail operasional tanpa temuan dari BPK atau BPKP.
Jakarta, IDN Times - Mantan Komisaris Utama (Komut) Pertamina periode 2019–2024, Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok, mengatakan, tak pernah ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selama dirinya menjabat di perusahaan pelat merah tersebut.
Hal ini disampaikan Ahok saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Dalam perkara tersebut, terdapat sembilan terdakwa, yakni Riva Siahaan, Sani Dinar Saifuddin, Maya Kusmaya, Edward Corne, Yoki Firnandi, Agus Purwono, Muhamad Kerry Adrianto Riza, Dimas Werhaspati, dan Gading Ramadhan Joedo.
Jaksa mendalami apakah Ahok pernah menerima laporan dari direksi tentang operasional sewa saat dia mengemban jabatan sebagai Komut Pertamina. Ahok mengatakan, dirinya tak mengurus perihal detail operasional, tetapi hal itu bisa dilakukan jika ada temuan dari BPK atau BPKP.
"Saudara Saksi, ya, pertanyaan saya apakah Saudara pernah mendapatkan laporan dari direksi baik itu dari subholding maupun holding terkait fakta-fakta yang tadi disampaikan?" kata jaksa.
"Ya, 2014 saya masih jauh, belum masuk ke dalamnya," ujar Ahok.
"Gak, ini kan periode sewanya sampai 2024, Saudara Saksi," ujar jaksa.
"Kami tidak mungkin ngurusin operasional sewa sampai sekian panjang ke meja kami, kecuali ada temuan BPK atau BPKP," ujar Ahok.
Ahok mengaku tak pernah menerima laporan adanya temuan selama masa jabatannya. Termasuk terkait dugaan kemahalan biaya sewa. Dia menjelaskan, kemungkinan masalah disebabkan kerusakan gross tonnage (GT) di sejumlah pelabuhan.
"Nah ini tidak ada (temuan), selama saya masuk, saya Ketua Komite Audit, ada teman saya itu, tidak pernah menerima laporan adanya temuan kemahalan seperti ini. Makanya, saya cuma menduga kalau mau minta keterangan, saya menduga, sepengetahuan, mungkin karena waktu itu GT banyak rusak," kata Ahok.
"Waktu saya masuk itu hampir semua pelabuhan terminalnya Pertamina tuh rusak GT-nya. Gak bisa sandarin kapal yang besar. Nah saya gak tahu apa karena itu tapi yang pasti 2014 saya belum masuk dan tidak ada temuan waktu saya masuk," ucap dia.


















