Comscore Tracker

Deretan Aksi Terorisme di Indonesia yang Libatkan Perempuan

Peran perempuan tak hanya menyembunyikan tapi juga eksekutor

Yogyakarta, IDN Times - Aksi teror yang melibatkan perempuan kerap terjadi di Indonesia. Ada yang sekadar berperan membantu di garis belakang, ada pula yang menjadi eksekutor utama.

Seperti aksi teror belakangan ini, sepasang suami istri yang meledakkan diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021). Selang tiga hari, seorang perempuan berusia 25 tahun menyerang Mabes Polri Jakarta Selatan pada Rabu (31/3/2021).

Menurut Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (PSKP UGM), M. Najib Azca, pelibatan perempuan dalam aksi teror belakangan ini bertujuan sebagai kebutuhan taktis dan memperkuat aksi.

IDN Times merangkum beberapa aksi teror di Indonesia yang melibatkan perempuan.

Baca Juga: Cerita tentang Para Perempuan di Balik Aksi Teror 

1. Munfiatun dan Putri Munawaroh pada aksi Bom Bali I

Deretan Aksi Terorisme di Indonesia yang Libatkan PerempuanIlustrasi Bom (Teroris) (IDN Times/Mardya Shakti)

Munfiatun, istri kedua dari Noordin M. Top, salah satu pelaku Bom Bali I dinyatakan bersalah dalam tindak pidana terorisme karena telah menyembunyikan suaminya. Ia divonis penjara tiga tahun oleh majelis Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Pasuruan, Jawa Timur pada 9 Juni 2005.

Ia juga dinyatakan bersalah karena memalsukan keterangan dalam akta pernikahan dengan suaminya pada 7 Juli 2004, di KUA Kraton, Pasuruan.

Sementara Putri Munawaroh, istri dari Agus Susilo Adib yang didakwa ikut membantu dan menyembunyikan pelaku terorisme Noordin M. Top. Ia divonis tiga tahun penjara oleh PN Jakarta Selatan pada 29 Juli 2010.

Baca Juga: BIN: Eks Napiter Harus Dirangkul, Jika Tidak Bisa Kembali Jadi Teroris

2. Ruqayyah, istri Umar Patek, gembong teroris Bom Natal dan Bom Bali I

Deretan Aksi Terorisme di Indonesia yang Libatkan PerempuanUmar Patek saat melakukan wawancara khusus dengan IDN Times, pada Agustus 2018 lalu. (IDN Times/Rosa Folia)

Ruqayyah, istri dari Umar Patek, pelaku teror di balik kejadian Bom Natal tahun 2000 dan Bom Bali I pada 2002. Ia divonis penjara dua tahun dan tiga bulan karena melakukan pemalsuan identitas akta otentik dalam persidangan di PN Jakarta Timur pada 4 Januari 2012.

Umar Patek alias Hisyam bin Alizein alias Abu Syekh menikahi Ruqayyah pada 1999 di kamp Mujahidin di Mindanao, Filipina. Seperti diketahui, Umar tak hanya melakukan teror bom di Indonesia. Ia juga terlibat dalam aksi teror bersama kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

3. Upaya bom bunuh diri oleh perempuan di Indonesia

Deretan Aksi Terorisme di Indonesia yang Libatkan PerempuanIlustrasi terorisme (IDN Times/Mardya Shakti)

Pada akhir 2016, upaya teror bom bunuh diri dilakukan oleh Dian Yulia Novi dan Ika Puspitasari. Dian Yulia, seorang buruh migran di Taiwan yang mengikuti doktrin ekstremisme secara daring di bawah instruksi Jamaah Ansharut Daulah (JAD). 

Dian menjadi perempuan pertama yang berencana melakukan aksi teror bom bunuh diri di Bekasi. Beruntungnya, rencana aksinya berhasil digagalkan Detasemen Khusus (Densus) 88.

Sementara Ika Puspitasari, mantan buruh migran di Hongkong yang berencana meledakkan diri di Bali bersamaan dengan perayaan tahun baru 2016. Namun, aksinya berhasil digagalkan dan ditangkap oleh Densus 88.

4. Umi Delima, istri pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur

Deretan Aksi Terorisme di Indonesia yang Libatkan PerempuanIlustrasi polisi mengamankan barang bukti dari rumah terduga teroris.( ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Umi Delima, istri kedua dari Santoso, mantan pemimpin kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang ditangkap di pegunungan Tambarana, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Juli 2016.

Sebelumnya, Santoso tewas setelah baku tembak antara kelompoknya dengan tim gabungan di Poso, Sulawesi Tengah. Umi Delima ditangkap tak jauh dari lokasi baku tembak yang menewaskan suaminya.

Baca Juga: Radikalisme dan Terorisme Sasar Millennials, Benarkah?

5. Solimah pilih ledakkan diri meski telah dibujuk semalaman

Deretan Aksi Terorisme di Indonesia yang Libatkan PerempuanIlustrasi teroris (IDN Times/Mardya Shakti)

Solimah, istri dari Abu Hamzah, teroris asal Sibolga memilih meledakkan dirinya sendiri dengan menggunakan bom setelah 16 jam dikepung tim Densus 88 dan kepolisian setempat. Ia diduga meledakkan diri di dalam rumahnya pada Rabu (13/3/2019) dini hari.

Tim gabungan telah melibatkan suaminya, Abu Hamzah untuk membujuk agar istrinya mau menyerahkan diri. Tokoh masyarakat bersama kepolisian juga telah dilibatkan untuk membujuk Solimah.

Pascaaksi tersebut, tim kepolisian menemukan bahan-bahan pembuat bom di rumah Abu Hamzah yang kemudian juga diledakkan. Rumahnya terletak di Jalan Cendrawasih, Sibolga, Sumatra Utara.

6. Aksi bom bunuh diri satu keluarga di Surabaya

Deretan Aksi Terorisme di Indonesia yang Libatkan PerempuanANTARA FOTO/Didik Suhartono

Aksi teror bom bunuh diri sempat terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (13/5/2018) pagi. Menariknya, pelaku teror tersebut adalah satu keluarga. Ketiga gereja tersebut adalah Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna.

Sang ayah, Dita Supriyanto meledakkan diri di Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna. Sebelumnya, ia mengantarkan istrinya dan dua anak perempuannya ke GKI di Jalan Diponegoro. Istrinya adalah Puji Kuswanti dan dua anak perempuannya yaitu Fadilasari (12) dan Pamela Rizkita (9).

Sementara dua anak laki-lakinya, Yusuf (18) dan Lukman (12) meledakkan diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya.

7. Aksi penyerangan di Mabes Polri Jakarta

Deretan Aksi Terorisme di Indonesia yang Libatkan PerempuanSuasana Mabes Polri Setelah Peristiwa Penembakan Terduga Teroris pada Rabu (31/3/2021) (IDN Times/Ilyas Mujib)

Kejadian penyerangan yang dilakukan terduga teroris ZA (25) ke Mabes Polri Jakarta Selatan pada Rabu (31/3/2021). Melalui Instagram pribadinya, ia diketahui merupakan simpatisan ISIS. Airsoft gun yang ia gunakan juga diduga dibeli secara daring.

Menurut Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan H. Purwanto, kejadian ini sudah direncanakan secara matang oleh ZA. Menurutnya, ZA sudah menyiapkan diri, baik secara mental maupun materi.

Baca Juga: KemenPPPA: Perempuan Bisa Rekrut Sesama Masuk ke Kelompok Teroris

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya