Jakarta, IDN Times - Sekitar 150 ribu pendukung gerakan oposisi mahasiswa memadati pusat Kota Beograd, Serbia, pada Kamis (22/10/2026) malam. Aksi kampanye terakhir ini bertujuan menggulingkan Partai Progresif Serbia (SNS) pimpinan tokoh veteran Aleksandar Vucic dalam pemilu parlemen pada Minggu (25/10/2026). Massa berjalan kaki melintasi ibu kota sambil mengibarkan bendera dan meniup peluit sebelum berkumpul di Alun-Alun Slavija.
Gerakan tanpa pemimpin bernama Daftar Mahasiswa ini berambisi mengakhiri kekuasaan SNS yang telah berjalan lebih dari 14 tahun. Mereka mencalonkan 250 kandidat dari kalangan akademisi, dokter, petani, hingga tokoh masyarakat untuk memperebutkan 250 kursi parlemen. Ilmuwan politik Universitas Beograd, Dusan Vucicevic, memperkirakan kubu mahasiswa mampu meraih lebih dari 40 persen suara dalam pemilu mendatang.
