Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Serbia Minta Bantuan Rusia untuk Padamkan Kebakaran Hutan

Serbia Minta Bantuan Rusia untuk Padamkan Kebakaran Hutan
ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/egor_vikhrev)
  • Serbia meminta bantuan Rusia setelah pesawat pemadam Uni Eropa masih menangani kebakaran di wilayah lain; pesawat IL-76P Rusia tiba di Nis dan dikerahkan ke Deliblatska Pescara.
  • Otoritas Serbia menyatakan kebakaran masih sulit dikendalikan akibat suhu ekstrem, pasir, dan panas, serta mendorong evakuasi warga di area terdekat kawasan lindung tersebut.
  • Pemerintah Bela Crkva menetapkan keadaan darurat karena api mengancam warga, properti, dan lingkungan; lebih dari 3.500 hektare hutan serta vegetasi terbakar sejak 21 Juli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Serbia meminta bantuan Rusia untuk menangani kebakaran hutan pada Kamis (20/8/2026). Keputusan ini karena pesawat pemadam di Uni Eropa masih digunakan untuk memadamkan kebakaran hutan. 

Sementara itu, kebakaran hutan sudah melanda sejumlah negara di Eropa. Tak hanya Serbia, sejumlah negara Balkan, seperti Kroasia dan Yunani sudah terdampak kebakaran hutan hebat pada musim panas tahun ini. 

  1. 1. Pesawat Rusia sudah tiba di Serbia

    Pesawat tempur Rusia.
    Pesawat tempur Rusia. (unsplash.com/stepan_konev)

    Pesawat pemadam api tipe IL-76P milik Kementerian Darurat Rusia sudah mendarat di Nis. Pesawat tersebut langsung diterjunkan untuk memadamkan api di kawasan lindung Deliblatska Pescara yang sudah terdampak kebakaran beberapa pekan.

    Dilansir Internazionale, pesawat darurat Rusia sudah melintasi wilayah udara negara-negara UE dan NATO, seperti Bulgaria. Pesawat tersebut sebenarnya tidak diperbolehkan lewat imbas sanksi UE, tapi karena dalam keadaan darurat maka pesawat Rusia itu diizinkan lewat. 

    Kedatangan pesawat ini menunjukkan Serbia berusaha menyeimbangkan hubungannya dengan UE dan Rusia. Belgrade juga menolak menjatuhkan sanksi ke Rusia meski mendekatkan diri dengan Ukraina. 

  2. 2. Otoritas Serbia kesulitan memadamkan api

    bendera Serbia
    ilustrasi bendera Serbia (unsplash.com/thestefankostic)

    Menteri Dalam Negeri Serbia, Ivan Dacic mengatakan bahwa situasi masih sulit. Menurutnya, kobaran api masih berbahaya dan belum menunjukkan dapat dijinakkan. 

    “Hanya beberapa orang paham yang betul bagaimana seriusnya kondisi ini. Kebakaran hutan ini disebabkan oleh suhu ekstrem, pasir, dan panas,” terangnya, dikutip dari Euronews.

    Otoritas Serbia juga mendorong evakuasi kepada warga yang tinggal di area terdekat. Sementara itu, kawasan hutan lindung Deliblatska Pescara diketahui terletak 60 km di bagian timur Belgrade. 

  3. 3. Pemerintah lokal tetapkan keadaan darurat imbas kebakaran hutan

    ilustrasi kebakaran hutan
    ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/michaelheld)

    Pemerintah Bela Crkva, Distrik Banat Selatan, Provinsi Vojvodina mengumumkan keadaan darurat. Keputusan ini disebabkan kobaran api yang semakin berbahaya dan mengancam langsung keamanan warga, properti, dan lingkungan. 

    Dilansir N1, hingga kini lebih dari 3.500 hektare hutan dan vegetasi sudah terbakar dalam sebulan terakhir. Kebakaran hutan ini pertama kali terdeteksi pada 21 Juli dan terus merembet dan belum mampu dijinakkan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More