Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
potret kapal pesiar (pexels.com/Angelo Esposito)
  • Ancaman bom di kapal pesiar Crown Iris di Pelabuhan Syros, Yunani, memicu evakuasi 1.537 orang dan menunda pelayaran menuju Haifa, Israel.
  • Benda mencurigakan ditemukan awak kapal di lambung kapal, lalu kapten membatalkan perjalanan. Aparat Yunani bersama anjing pelacak bom menyisir seluruh area.
  • Shin Bet dan Mossad memantau penyelidikan bersama otoritas Yunani. Hasil awal tidak menemukan bom atau bahan peledak, tetapi pemeriksaan keamanan dilanjutkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebuah bom diduga dipasang di kapal pesiar Israel yang sedang berlabuh di pelabuhan Pulau Syros, Yunani, pada Selasa (3/11/2026) kemarin. Ancaman ini membuat perjalanan 1,537 orang yang ada di dalam kapal tertunda. Sebab, mereka semua harus dievakuasi dari kapal karena aparat keamanan harus melakukan penyelidikan untuk alasan keamanan. 

Menurut otoritas Yunani, kapal pesiar tersebut bernama Crown Iris. Kapal itu berbendera Panama, tetapi dioperasikan oleh perusahaan pelayaran asal Israel bernama Mano Shipping. Kapal tersebut membawa 940 penumpang dan 597 awak. Saat ancaman bom mencuat, kapal tersebut sedang bersiap untuk berlayar dari pelabuhan Pulau Syros menuju Kota Haifa di Israel. 

1. Ancaman bom ditemukan oleh salah satu awak

Awalnya, ancaman bom ini ditemukan oleh seorang awak kapal sesaat kapal bersiap melakukan pelayaran. Ia menemukan ada sebuah benda yang diduga peledak di lambung kapal. Usai menemukan benda mencurigakan tersebut, ia langsung memberi tahu kapten kapal lewat transmisi radio. Tidak lama kemudian, sang kapten langsung membatalkan perjalanan. 

Dilansir Times of Israel, aparat berwajib pun langsung datang ke kapal untuk melakukan investigasi. Dalam melakukan penyelidikan, mereka juga dibantu oleh anjing pelacak bom. Anjing tersebut bertugas untuk mencari keberadaan bom di seluruh area kapal. Sebab, para penyelidik khawatir bom tidak hanya terletak di satu lokasi, tetapi juga terletak di beberapa lokasi lainnya.

2. Shin Bet dan Mossad ikut andil dalam penyelidikan

logo Mossad Israel (commons.wikimedia.org/Kahnew)

Panglima Angkatan Laut Israel, Eyal Harel, mengatakan, dirinya sudah menyampaikan insiden di kapal pesiar Crown Iris ke dua badan intelijen Israel, Shin Bet dan Mossad. Harel mengatakan, Shin Bet dan Mossad saat ini sudah melakukan kontak dengan otoritas Yunani untuk ikut memantau penyelidikan.

Namun, otoritas keamanan Yunani mengatakan bahwa hasil penyelidikan awal tidak menunjukkan adanya bom atau bahan peledak lainnya. Meski begitu, mereka mengatakan akan terus melakukan penyelidikan sampai semua area kapal dinyatakan aman dari ancaman. Langkah ini dilakukan agar kapal bisa kembali berlayar sehingga para penumpang bisa sampai ke tempat tujuan dengan selamat. 

3. Seorang penumpang ragu dengan temuan ancaman bom

ilustrasi bom bunuh diri di Suriah (unsplash.com/Sven Verweij)

Di sisi lain, seorang penumpang kapal justru bersikap skeptis soal temuan ancaman bom ini. Ia menilai, kepanikan ini hanya ulah penumpang iseng yang ingin menakut-nakuti seluruh orang yang berada di Kapal Crown Iris. 

“Secara keseluruhan, mereka tetap tenang di sini. Sepertinya seseorang bosan dan memutuskan untuk menakut-nakuti otoritas pelabuhan daripada mencari sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan,” ujar seorang penumpang saat diwawancara media.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article