Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Austria Ubah Rumah Peninggalan Adolf Hitler Jadi Kantor Polisi

Austria Ubah Rumah Peninggalan Adolf Hitler Jadi Kantor Polisi
potret bendera Austria (unsplash.com/Beatriz Miller)
Intinya Sih
  • Pemerintah Austria mengubah rumah kelahiran Adolf Hitler di Braunau am Inn menjadi kantor polisi, dengan renovasi senilai 20 juta euro yang hampir selesai pada awal 2026.
  • Langkah ini memicu reaksi beragam dari warga; sebagian menilai kurang tepat, sementara lainnya mendukung karena dianggap mencegah penyalahgunaan oleh kelompok ekstremis sayap kanan.
  • Rumah tersebut memiliki nilai sejarah kuat karena menjadi tempat lahir Hitler pada 1889, yang kemudian memimpin Jerman dan memicu tragedi Holocaust di Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Austria mengubah rumah bekas Adolf Hitler menjadi kantor polisi. Menurut laporan jurnalis AFP yang datang ke sana pada Selasa (17/2/2026), rumah bersejarah yang terletak di Kota Braunau am Inn itu kini sedang berada di tahap akhir renovasi sebelum ditempati.

Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Austria, polisi-polisi Austria akan mulai menempati rumah tersebut sebagai kantor baru mereka pada kuartal ke-2 2026 ini. Saat ini, para polisi juga sedang bersiap untuk dipindahkan secara bertahap ke rumah tersebut.

1. BAgaimana respons warga Austria?

Orang-orang sedang berjalan.
potret warga Austria di Kota Vienna (pexels.com/aboodi vesakaran)

Pemanfaatan rumah peninggalan Hitler sebagai kantor polisi ini menuai respons beragam dari warga Austria. Salah satunya dari seorang warga bernama Sibylle Treiblmaier. Wanita yang bekerja sebagai pegawai swasta itu mengatakan, pemerintah seharusnya bisa memanfaatkan rumah tersebut untuk keperluan lain yang lebih penting daripada hanya sekadar diubah menjadi kantor polisi.

“Ini seperti pedang bermata dua. Pemerintah seharusnya dapat menggunakannya dengan lebih baik atau dengan cara yang berbeda,” kata Treiblmaier, seperti dilansir The Strait Times pada Sabtu (21/2/2026).

Namun, komentar berbeda datang dari seorang insinyur elektro berusia 57 tahun bernama Wolfgang Leithne. Ia mengatakan, langkah pemerintah Austria untuk mengubah rumah bekas Hitler di Braunau am Inn jadi kantor polisi sudah tepat. Sebab, ia menilai langkah tersebut bisa mencegah kelompok ekstremis sayap kanan di Austria untuk menggunakan rumah Hitler sebagai tempat pemujaan.

2. Austria sebelumnya ingin menggunakan rumah Hitler sebagai tempat pertemuan

Adolf Hitler sedang duduk di kursi.
potret Adolf Hitler (commons.wikimedia.org/ Heinrich Hoffmann)

Pemerintah Austria sebelumnya ingin menggunakan rumah peninggalan Hitler untuk dijadikan tempat pertemuan. Rencana itu juga mendapat dukungan dari masyarakat setempat yang tinggal di sekitar rumah tersebut. 

Sayangnya, rencana itu tidak jadi dilakukan. Pemerintah Austria akhirnya merenovasi rumah Hitler untuk dijadikan kantor polisi. Biaya renovasinya dilaporkan mencapai 20 juta euro atau sekitar Rp397,3 miliar.

3. Hitler lahir di Austria pada April 1889

Adolf Hitler sedang berbicara kepada seorang prajurit.
potret Adolf Hitler (commons.wikimedia.org/Alien Property Custodian)

Rumah tersebut merupakan tempat Hitler dilahirkan pada 20 April 1889. Namun, ia hanya tinggal di rumah tersebut sebentar sebelum akhirnya pindah ke Jerman.

Pada 1938, Hitler yang sudah menjadi diktator dan pemimpin tertinggi Jerman kembali ke Austria sebagai penjajah. Kedatangan Hitler ini menjadi awal mula tragedi pembantaian brutal di Austria yang dikenal dengan sebutan Holocaust.

Holocaust sendiri merupakan peristiwa genosida umat Yahudi di wilayah jajahan Jerman di Eropa, termasuk Austria. Peristiwa kelam tersebut terjadi pada 1941 hingga 1944. Menurut catatan sejarah, sekitar 65 ribu umat Yahudi di Austria tewas dalam tragedi tersebut.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More