Baku Tembak di Festival Ohio AS, 12 Orang Terluka

- Sedikitnya 12 orang terluka, dua kritis, akibat baku tembak di dekat Old West End Festival Toledo, Ohio, yang melibatkan dua orang saling tembak pada Sabtu sore waktu setempat.
- Saksi mata menyebut penembakan diawali pertengkaran remaja; polisi segera merespons sementara beberapa warga, termasuk mantan anggota Angkatan Laut AS, membantu korban di lokasi kejadian.
- Penyelenggara membatalkan acara lanjutan festival dan pihak berwenang meminta warga yang memiliki rekaman atau informasi terkait insiden untuk segera melapor guna mempercepat penyelidikan.
Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 12 orang terluka akibat baku tembak di dekat sebuah festival di kota Toledo, negara bagian Ohio, Amerika Serikat (AS). Polisi hingga kini masih memburu pelaku.
Penembakan tersebut terjadi di dekat Old West End Festival pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 17:37 waktu setempat. Wakil Kepala Kepolisian Toledo, Joseph Heffernan, mengatakan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, ada dua orang yang saling tembak dan para korban diduga terjebak di tengah baku tembak tersebut.
Korban luka berusia antara 14 hingga 61 tahun. Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
1. Saksi mata melihat remaja bertengkar sebelum terjadi penembakan

Dilansir BBC, Tito Aguilar, seorang saksi mata, mengatakan bahwa ia sedang memesan makanan ketika melihat sekelompok remaja menyerang seorang anak muda lainnya. Ia pun merekam kejadian tersebut dengan ponselnya. Tak lama kemudian, ia mendengar suara tembakan.
Aguilar segera berlari menjauh dari lokasi kejadian. Setelah situasi mereda, ia kembali ke lokasi dan melihat beberapa orang terluka akibat penembakan tersebut.
Sementara itu, seorang warga bernama Kevin Berry mengaku sedang menikmati pertunjukan musik bersama teman-temannya di dekat lokasi kejadian ketika beberapa letusan tembakan terdengar.
"Semua orang langsung tiarap," ujarnya, dikutip NPR.
Saat Berri mengecek situasi, ia melihat sebuah senjata dilemparkan ke tanah sekitar 15 meter dari tempatnya berada. Polisi yang berjaga di festival kemudian segera merespons insiden tersebut. Berry, yang memiliki pelatihan medis dan pernah bertugas di Angkatan Laut AS, turut memberikan bantuan kepada korban luka.
2. Acara selanjutnya dibatalkan imbas insiden tersebut

Old West End Festival merupakan perayaan tahunan selama 2 hari yang digelar di kawasan bersejarah Toledo. Acara tersebut menghadirkan pertunjukan musik, stan makanan, tur rumah-rumah bersejarah dan area belanja.
Dalam unggahannya di media sosial, Gubernur Ohio, Mike DeWine, mengungkapkan keprihatinannya atas insiden tersebut.
"Festival musim panas seharusnya menjadi tempat yang aman bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama tanpa rasa takut terhadap kekerasan. Fran dan saya mendoakan semua orang yang terdampak oleh insiden di Old West End Festival. Kami juga yakin aparat penegak hukum akan berhasil menemukan para tersangka yang terlibat dalam kejahatan tidak masuk akal ini," tulis DeWine.
Penyelenggara festival kemudian mengumumkan di situs resminya bahwa acara lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (7/6/2026) ditiadakan.
3. Warga yang punya informasi diminta untuk melapor

Dilansir ABC News, Direktur Keselamatan Publik Toledo, George Kral, mengimbau siapa pun yang memiliki informasi atau bukti terkait insiden tersebut untuk segera melapor kepada pihak berwenang.
"Ada ratusan orang yang berada di lokasi malam ini, dan hampir semua orang memiliki benda seperti ini," kata Kral sambil mengangkat sebuah telepon genggam.
Ia menambahkan bahwa Old West End Festival merupakan salah satu festival paling ikonik di Toledo. Oleh sebab itu, ia menyayangkan adanya insiden yang mengganggu dan merusak jalannya acara tersebut.


















