Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Banjir Terparah sejak 1942 Terjang Turki, 8 Orang Tewas
Banjir (unsplash.com/Chris Gallagher)
  • Banjir bandang akibat hujan terlebat dalam 80 tahun di Istanbul dan sekitarnya menewaskan delapan orang; enam korban ditemukan di Istanbul, sementara satu warga masih hilang.
  • Sebanyak 46.597 petugas dikerahkan dan menyelamatkan 2.722 warga. Cuaca ekstrem juga mengalihkan 51 penerbangan, membatalkan 19 penerbangan, menutup 16 jalan, serta meliburkan sekolah.
  • Banjir memicu 19.300 laporan kerusakan, termasuk sekitar 3.000 rumah dan usaha rusak berat. Pemerintah menyalurkan bantuan awal serta membongkar bangunan ilegal di bantaran sungai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Istanbul dan sekitarnya bertambah menjadi delapan orang pada Senin (19/10/2026). Penambahan jumlah korban ini dipastikan setelah tim penyelamat menemukan jenazah lain usai kota terbesar di Turki tersebut dilanda hujan terlebat dalam 80 tahun terakhir.

Pemerintah setempat mencatat enam korban jiwa ditemukan di wilayah Istanbul, sedangkan dua jenazah lainnya terbawa arus banjir dari provinsi tetangga. Saat ini, tim gabungan terus mempercepat proses penyelamatan ribuan warga sekaligus mencari satu korban yang masih dinyatakan hilang.

1. Evakuasi jenazah korban yang terseret arus banjir

Ilustrasi jenazah. (pexels.com/Mario Wallner)

Penyisiran tim gabungan membuahkan hasil dengan ditemukannya sejumlah korban yang tersapu arus deras di beberapa aliran air. Salah satu korban tewas di Istanbul adalah Haşim Ciritlioğlu, yang ditemukan di dekat dermaga kapal feri Ayvansaray setelah pulang dari tempat kerjanya di Seyrantepe.

Sementara itu, dua korban lainnya ditemukan setelah mobil yang mereka tumpangi terseret arus di Gebze, Provinsi Kocaeli. Pengemudi mobil berhasil selamat dengan berpegangan pada dahan pohon, tetapi dua rekannya, Fatih Demirtaş dan Doğan Arslan, hanyut sejauh 3 hingga 6 kilometer ke Sungai Büyükdere di wilayah Pendik.

Demi mempercepat penanganan, sebanyak 46.597 petugas gabungan dikerahkan dan telah menyelamatkan 2.722 warga menggunakan perahu serta kendaraan operasional khusus.

"Total korban meninggal yang ditemukan berjumlah delapan orang, dan petugas masih terus mencari satu warga yang masih hilang," kata Gubernur Istanbul, Davut Gül, dilansir Turkish Minute.

2. Kelumpuhan akses transportasi kota akibat cuaca ekstrem

Edirne, Turki (pexels.com/Maarten van den)

Banjir besar ini dipicu oleh hujan lebat sejak Rabu (14/10/2026) yang memecahkan rekor curah hujan tertinggi sejak 1942. Di wilayah Beykoz, volume air hujan yang turun mencapai 261 hingga 273 kilogram per meter persegi, sehingga luapan sungai menyeret kendaraan dan merendam banyak bangunan.

Cuaca ekstrem ini melumpuhkan aktivitas kota besar yang dihuni oleh 16 juta penduduk tersebut. Pihak pengelola Bandara Internasional Istanbul bahkan harus mengalihkan 51 penerbangan dan membatalkan 19 jadwal terbang demi menjaga keselamatan penumpang.

Selain itu, sedikitnya 16 ruas jalan ditutup total akibat terendam air dan tertimbun longsor, serta kegiatan belajar di sekolah terpaksa diliburkan.

3. Penanganan ribuan bangunan yang rusak akibat banjir

ilustrasi bendera turki

Bencana ini menimbulkan sekitar 19.300 laporan kerusakan, dengan perkiraan 3 ribu rumah dan tempat usaha mengalami kerusakan berat, serta kerugian sektor pertanian yang menembus 60 juta lira (Rp21,7 miliar). Pemerintah daerah setempat mulai mencairkan bantuan dana tahap awal untuk membantu memulihkan perekonomian warga dan pelaku usaha kecil.

Selain menyalurkan bantuan dana, petugas juga menertibkan bangunan di bantaran sungai Ayazağa di kawasan Sarıyer dengan membongkar 19 toko, dua rumah, dan sejumlah fasilitas umum tanpa izin resmi. Pembongkaran dilakukan untuk memperlebar daya tampung sungai agar aliran air lebih lancar, sementara para pemilik bangunan yang terdampak dipindahkan ke kawasan rumah susun yang telah disiapkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article