Banjir Landa Kota Istanbul Turki, Dua Orang Tewas

- Hujan lebat sejak 13 Oktober 2026 memicu banjir di Istanbul, merendam ratusan rumah, melumpuhkan lalu lintas, dan menewaskan dua orang, termasuk remaja yang tersengat listrik.
- Hingga 15 Oktober pagi, warga diimbau tetap di rumah; sekolah diliburkan, motor dilarang melintas jalan raya, dan penghuni apartemen bawah tanah diminta pindah ke lantai lebih tinggi.
- Layanan darurat menerima lebih dari 2.500 laporan, mencakup 1.277 banjir dan 15 longsor; hujan di Omerli mencapai hampir 194 milimeter, sementara lebih dari 800 rumah terdampak.
Jakarta, IDN Times - Hujan lebat mengguyur kota Istanbul, Turki, sejak Selasa (13/10/2026) malam. Akibatnya, ratusan rumah terendam banjir, lalu lintas lumpuh, dan dua orang dilaporkan meninggal dunia.
Dilansir Euro News, seorang remaja berusia 14 tahun tersengat listrik setelah berjalan melewati genangan air di sebuah taman di distrik Fatih. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri, tapi nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, di distrik Sariyer, seorang pria berusia 34 tahun tewas setelah terpeleset di trotoar dan kepalanya terbentur.
1. Masyarakat diimbau tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak

sebuah mobil melintas di jalan yang terendam banjir (unsplash.com/Aldward Castillo) Hingga Kamis (15/10/2026) pagi, Istanbul masih diguyur hujan deras. Dilansir Al Jazeera, Gubernur Istanbul, Davut Gul, mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah kecuali jika ada keperluan mendesak. Selain itu, ia meminta warga yang tinggal di apartemen bawah tanah untuk bermalam di lantai yang lebih tinggi, serta menghindari bantaran sungai, terowongan bawah tanah, dan area lain yang rawan banjir.
Kantor gubernur juga meliburkan sekolah-sekolah di seluruh kota pada Kamis dan melarang sepeda motor melintas di jalan raya. Sementara itu, pegawai negeri penyandang disabilitas dan ibu yang memiliki anak kecil diberikan izin cuti.
2. Layanan darurat terima lebih dari 2.500 laporan insiden terkait cuaca buruk

ilustrasi banjir (pixabay.com/Hermann) Menurut laporan Daily Sabah, layanan darurat menerima lebih dari 2.500 laporan insiden terkait cuaca buruk. Pihak berwenang mencatat 1.277 insiden banjir dan 15 tanah longsor, dengan 47 orang dilaporkan terjebak. Bencana tersebut juga berdampak pada lebih dari 800 rumah, 280 tempat usaha, dan 76 kendaraan.
Situs berita Turkiye Today melaporkan bahwa sejumlah ruas jalan ambles di distrik Eyupsultan dan Gaziosmanpasa. Di distrik Esenyurt, seorang perempuan yang terseret arus banjir berhasil diselamatkan oleh warga yang melintas.
Banjir juga menggenangi dua rumah sakit dan merembes melalui langit-langit stasiun metro Haciosman. Sementara itu, di Sultangazi, tembok penahan sebuah sekolah dasar runtuh saat para siswa berada di dalam kelas. Namun, tidak ada siswa yang dilaporkan mengalami luka-luka.
3. Curah hujan capai hampir 194 milimeter di kawasan Omerli

ilustrasi hujan lebat (pixabay.com/Kammy27) Curah hujan tertinggi tercatat di kawasan Omerli, Beykoz, dengan volume mencapai hampir 194 milimeter. Penjabat Wali Kota Istanbul, Nuri Aslan, mengatakan bahwa beberapa wilayah di kota tersebut menerima curah hujan hampir 100 milimeter dalam kurun waktu 12 jam.
Sementara itu, kepadatan lalu lintas mencapai sekitar 90 persen selama jam sibuk pada malam hari. Meski demikian, operasional penerbangan tetap berjalan normal.






















