Jakarta, IDN Times - Fenomena #KaburAjaDulu yang ramai diperbincangkan di media sosial beberapa waktu lalu, tidak selalu lahir dari dorongan untuk meninggalkan Indonesia secara permanen. Bagi sebagian anak muda, keputusan bekerja di luar negeri justru berangkat dari pertimbangan ekonomi yang sederhana, seperti mencari peluang kerja yang lebih baik, pendapatan lebih tinggi, dan pengalaman yang sulit diperoleh di dalam negeri.
Laporan yang disusun dalam Indonesia Millenial and Gen Z Report (IMGR) 2026 oleh IDN yang mengulas fenomena tersebut, menunjukkan banyak anak muda melihat bekerja di luar negeri sebagai langkah rasional untuk meningkatkan kualitas hidup dan mempercepat pencapaian tujuan keuangan. Narasi ini berbeda dari anggapan bahwa #KaburAjaDulu semata-mata merupakan bentuk kekecewaan politik atau ajakan meninggalkan tanah air.
Salah satu contohnya adalah Regina (29), warga Yogyakarta, yang memutuskan berangkat ke Australia melalui program Working Holiday Visa (WHV). Keputusan itu diambil setelah lama mempertimbangkan keinginannya untuk bekerja sekaligus bepergian ke luar negeri.
Sementara itu, Yeni (30) memilih bekerja di Filipina sejak 2022 melalui skema visa kerja. Meski memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda, keduanya menunjukkan bahwa keputusan bekerja di luar negeri sering kali didorong oleh perhitungan ekonomi yang matang serta keinginan membangun masa depan yang lebih baik.
