Cak Imin: 28 Juta Orang Indonesia Alami Gangguan Mental, Mengkhawatirkan

- Cak Imin mengungkap data Kemenkes bahwa 28 juta warga Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental, menggambarkan kondisi serius seperti fenomena gunung es yang perlu perhatian mendalam.
- Ia menekankan pentingnya memperkuat ketahanan psikososial melalui dukungan psikis dan kohesi sosial agar masyarakat lebih kreatif, produktif, serta berdaya menghadapi tantangan mental.
- Cak Imin mengapresiasi kesiapan akademisi untuk berkolaborasi menangani isu kesehatan mental dan menegaskan ketahanan psikososial sebagai fondasi keberhasilan program ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Jakarta, IDN Times – Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat (PM) menyoroti tingginya angka masalah kesehatan mental di Indonesia. Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan, sebanyak 28 juta orang Indonesia mengalami persoalan kesehatan mental.
“Angka terbaru dari Kemenkes, 28 juta orang Indonesia memiliki masalah kesehatan mental. Ini menunjukkan adanya gunung es yang sangat mengkhawatirkan, yang setiap saat akan bisa lebih banyak dan lebih parah lagi,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin dalam dialog Solidaritas Meningkatkan Ketahanan Psikososial di UI, Jakarta Pusat, Jakarta (27/2/2026).
1. Perlunya dukungan psikis

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ketahanan psikososial. Ia menekankan pentingnya membangun masyarakat yang kreatif, produktif, dan berdaya melalui penguatan kohesi sosial.
“Penting agar masyarakat tumbuh kreatif, produktif, dan berdaya. Sehingga kita harus menciptakan sistem kohesi sosial, sehingga dukungan psikis yang memadai dan masyarakat menjadi bagian integral dalam mengatasi masalah itu,” katanya.
2. Cak Imin siap kolaborasi

Cak Imin mengapresiasi kesiapan kalangan akademisi untuk terlibat dalam upaya penanganan persoalan kesehatan mental. Ia menyebut adanya komitmen kolaborasi dari pihak perguruan tinggi.
“Saya juga mendengar laporan tadi Bu Dekan siap berkolaborasi, tepuk tangan untuk UI dan Fakultas Kedokteran yang akan siap bersama-sama berkolaborasi dan akan terus kita dorong,” ujarnya.
3. Penciptaan lapangan kerja tidak akan berjalan optimal tanpa ketahanan psikososial yang kuat

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa agenda penguatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas tidak akan berjalan optimal tanpa ketahanan psikososial yang kuat.
“Kita sering berbicara tentang penguatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, namun kita juga lupa tanpa ketahanan psikososial kita tidak akan bisa melanjutkan program-program itu,” kata Cak Imin
















