Menkes Targetkan Juni Seluruh Anak Selesai Vaksin Campak

- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan seluruh anak di bawah lima tahun sudah menerima vaksin campak pada Juni 2026 untuk menekan penyebaran dan mencegah kematian akibat penyakit tersebut.
- Pemerintah mempercepat distribusi vaksin ke 100 kabupaten atau kota dengan dukungan tenaga kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit, menyusul meningkatnya kasus serta dua anak dilaporkan meninggal.
- Kemenkes mencatat lonjakan signifikan kasus campak pada 2025 hingga lebih dari 63 ribu suspek, naik 147 persen dibanding tahun sebelumnya, sehingga penguatan surveilans dan pelaporan cepat terus digencarkan.
NTB, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan seluruh anak usia di bawah lima tahun selesai imunisasi campak pada Juni. Hal ini dilakukan guna menekan penyebaran penyakit campak yang sangat cepat, dan mencegah kematian yang sebenarnya bisa dihindari.
"Saya sudah ambil keputusan 100 kabupaten kota, kita akan drop vaksin banyak. Cuma saya untuk bisa nyuntiknya, butuh bantuan teman-teman dari Puskesmas, dari RSUD, Bupati, Wali Kota untuk mendorong," kata dia di sela-sela kunjungan di RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (27/2/2026).
"Saya maunya Juni selesai. Juni semua anak-anak di bawah 5 (tahun) selesai. Kayak polio kemarin juga sudah bisa kita tangani ya," kata Budi.
1. Campak fatal bagi anak-anak

Dia juga mengatakan, campak sebagai penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi, di mana satu orang bisa menularkan ke 10 sampai 12 orang lainnya.
Menurutnya, campak relatif tidak terlalu berbahaya pada orang dewasa, namun fatal bagi anak-anak, terutama balita.
"Campak itu kalau kena yang dewasa nggak terlalu masalah. Tapi kalau kena anak-anak meninggalnya tinggi. Lebih tinggi dari COVID," katanya.
2. Ada dua kasus meninggal

Data terbaru menunjukkan sudah ada dua anak meninggal, sementara jumlah kasus meningkat tajam dibanding tahun lalu. Padahal, vaksin campak sudah tersedia dan menjadi bagian imunisasi rutin. Meski demikian, dia tidak menjelaskan asal muasal dua kasus meninggal karena campak itu.
Pemerintah menargetkan percepatan imunisasi di 100 kabupaten atau kota dengan distribusi vaksin tambahan, serta dukungan tenaga kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit.
"Saya terkejut karena seluruh dunia lagi naik. Indonesia naik, Bima juga naik. Bima naik. Saya koreksi. Udah ada dua yang meninggal anak-anak. Jadi tahun lalu setahun berapa? 40-an gitu. Sekarang sebulan aja udah 40-an. Februari juga 50-an. Nah ini yang meninggal udah ada dua yang saya dengar," katanya
3. Data campak 2025 tinggi dibanding 2024

Kemenkes mencatat, terdapat 8.224 suspek campak hingga Februari 2026 dengan empat kematian, serta 21 KLB suspek dan 13 KLB terkonfirmasi di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.
Sepanjang 2025 terdapat 63.769 kasus suspek campak, meningkat 147 persen dibanding tahun sebelumnya, mendorong penguatan surveilans dan pelaporan cepat melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons.
















