ilustrasi pusat data (pexels.com/Brett Sayles)
Pavluta-Deslandes menegaskan pentingnya pembahasan perkembangan teknologi di dewan tersebut. "Kami yakin bahwa isu teknologi baru, termasuk AI, dan dampaknya terhadap perdamaian dan keamanan, adalah topik yang akan tetap berada dalam agenda dewan," ujar Pavluta-Deslandes seperti dikutip Anadolu Agency. Acara utama presidensi Latvia dijadwalkan berlangsung pada 24 November melalui debat terbuka tingkat menteri bertajuk "Conflict resolution in an era of rapid technological change".
Diskusi tingkat menteri tersebut akan meneliti bagaimana instrumen baru memengaruhi perlindungan warga sipil, penjaga perdamaian, personel kemanusiaan, dan pekerja media di samping pencegahan konflik serta pembangunan perdamaian. Pavluta-Deslandes mengklarifikasi bahwa Dewan Keamanan PBB tidak akan berusaha menetapkan kerangka peraturan global AI atau sistem tata kelola umum. Dia menyatakan bahwa pembuatan aturan yang lebih luas tetap menjadi tanggung jawab Majelis Umum PBB.
Perwakilan dari sektor teknologi dan perusahaan AI akan memberikan pengarahan langsung kepada para anggota dewan. Selain itu, Informal Expert Group terkait ancaman baru dan perubahan teknologi yang dibentuk bersama Yunani dan diikuti sepuluh anggota dewan akan menggelar sesi perdananya pada bulan ini. Presidensi ini menandai periode pertama Latvia memimpin dewan yang bertepatan dengan peringatan deklarasi kemerdekaan negara itu pada 1918.