Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (Makaristos, Public Domain, via Wikimedia Commons)
  • Latvia memimpin presidensi Dewan Keamanan PBB untuk pertama kali pada November, dengan fokus dampak AI dan teknologi baru terhadap perdamaian, keamanan, perlindungan sipil, serta pencegahan konflik.

  • Dewan akan menggelar debat menteri pada 24 November dan menerima masukan sektor teknologi, namun menegaskan penyusunan aturan global AI tetap menjadi kewenangan Majelis Umum PBB.

  • Agenda November juga mencakup pencalonan Feridun Sinirlioglu sebagai sekretaris jenderal, situasi Ukraina, Palestina, Lebanon, Suriah, Sudan Selatan, Yaman, serta pembaruan mandat misi perdamaian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan memfokuskan agenda November pada dampak perdamaian dan keamanan dari kecerdasan buatan (AI) serta teknologi baru. Fokus agenda tersebut berlangsung saat Latvia memegang presidensi bergilir dewan untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Perwakilan Tetap Latvia untuk PBB Sanita Pavluta-Deslandes mengumumkan prioritas kerja tersebut kepada jurnalis di Markas Besar PBB pada Senin. Dia menggambarkan isu teknologi sebagai prioritas yang telah mapan bagi badan beranggotakan 15 negara tersebut.

1. Pembahasan dampak teknologi dan batasan kewenangan dewan

ilustrasi pusat data (pexels.com/Brett Sayles)

Pavluta-Deslandes menegaskan pentingnya pembahasan perkembangan teknologi di dewan tersebut. "Kami yakin bahwa isu teknologi baru, termasuk AI, dan dampaknya terhadap perdamaian dan keamanan, adalah topik yang akan tetap berada dalam agenda dewan," ujar Pavluta-Deslandes seperti dikutip Anadolu Agency. Acara utama presidensi Latvia dijadwalkan berlangsung pada 24 November melalui debat terbuka tingkat menteri bertajuk "Conflict resolution in an era of rapid technological change".

Diskusi tingkat menteri tersebut akan meneliti bagaimana instrumen baru memengaruhi perlindungan warga sipil, penjaga perdamaian, personel kemanusiaan, dan pekerja media di samping pencegahan konflik serta pembangunan perdamaian. Pavluta-Deslandes mengklarifikasi bahwa Dewan Keamanan PBB tidak akan berusaha menetapkan kerangka peraturan global AI atau sistem tata kelola umum. Dia menyatakan bahwa pembuatan aturan yang lebih luas tetap menjadi tanggung jawab Majelis Umum PBB.

Perwakilan dari sektor teknologi dan perusahaan AI akan memberikan pengarahan langsung kepada para anggota dewan. Selain itu, Informal Expert Group terkait ancaman baru dan perubahan teknologi yang dibentuk bersama Yunani dan diikuti sepuluh anggota dewan akan menggelar sesi perdananya pada bulan ini. Presidensi ini menandai periode pertama Latvia memimpin dewan yang bertepatan dengan peringatan deklarasi kemerdekaan negara itu pada 1918.

2. Pencalonan sekretaris jenderal dan pemungutan suara indikatif

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres (Xuthoria, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Pavluta-Deslandes mengonfirmasi bahwa dewan telah menerima dan mengedarkan surat resmi dari Turki mengenai pencalonan kandidat sekretaris jenderal PBB. Turki secara resmi mengajukan Duta Besar Feridun Sinirlioglu untuk posisi sekretaris jenderal PBB di hadapan Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB.

"Memang, telah ada surat resmi dari Turki mengenai pencalonan tersebut, yang ditujukan kepada presiden dewan keamanan dan presiden majelis umum," kata Pavluta-Deslandes. Dia menambahkan, "Surat tersebut telah diedarkan sebagaimana mestinya, sehingga pencalonan tersebut resmi." Pemungutan suara indikatif akan berlangsung selama November dengan sisa waktu dua bulan sebelum masa jabatan lima tahun dimulai pada 1 Januari.

Pavluta-Deslandes menyuarakan dukungan untuk memilih sekretaris jenderal perempuan setelah delapan dekade kepemimpinan laki-laki di badan tersebut. Namun, dia menegaskan kembali bahwa semua kandidat tetap harus menunjukkan kompetensi mereka dalam proses pemilihan.

3. Agenda isu Ukraina hingga perkembangan kawasan Timur Tengah

ilustrasi tentara Ukraina (President Of Ukraine, CC0, via Wikimedia Commons)

Terkait titik panas regional, Pavluta-Deslandes memperingatkan perkiraan adanya pertemuan mengenai Rusia-Ukraina di tengah serangan terhadap jaringan energi vital menjelang musim dingin. Serangan terhadap transportasi biji-bijian komersial di Laut Hitam juga menjadi perhatian karena dinilai mengancam ketahanan pangan internasional.

Pada kawasan Timur Tengah, dewan dijadwalkan menandai satu tahun Resolusi 2803 dengan merilis laporan tengah tahunan Board of Peace pada 17 November serta menggelar debat tentang Palestina pada 30 November. Presidensi Latvia juga mengonfirmasi akan mengundang pemapar dari masyarakat sipil ke sesi mengenai Suriah, Sudan Selatan, dan Timur Tengah di bawah kebijakan tanpa toleransi terhadap aksi balasan bagi pemantau hak asasi.

Dewan Keamanan PBB akan mengadakan konsultasi pada pertengahan November terkait Lebanon dan Resolusi 1701 guna meninjau laporan sekretaris jenderal serta mengevaluasi transisi pasca-UNIFIL. Langkah ini bertujuan mencegah kekosongan keamanan di Lebanon selatan sebelum misi berakhir pada akhir tahun. Agenda tambahan lain meliputi pemilihan hakim Mahkamah Internasional pada Selasa (3/11/2026), potensi pertemuan mengenai Yaman, serta pembaruan mandat misi penjaga perdamaian di Abyei dan Republik Afrika Tengah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article