Jakarta, IDN Times - Pemerintah baru Suriah secara resmi memulai proses pemusnahan sisa-sisa program senjata kimia peninggalan rezim Bashar al-Assad pada Kamis (3/9/2026). Langkah perlucutan senjata terlarang ini menjadi momentum krusial dalam memulihkan stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
Pelaksanaan agenda ini menandai keterlibatan aktif PBB dalam mengawal kepatuhan Suriah terhadap konvensi senjata kimia internasional. Komunitas diplomatik global pun menyambut positif transparansi otoritas Suriah dalam menuntaskan warisan militer kelam masa lalu secara terbuka.
