Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Disuntik Dana Iran, Hizbullah Disebut Siap Lanjut Perangi Israel
potret pasukan milisi Hizbullah (tasnimnews.ir/Tasnim News Agency reporter via commons.wikimedia.org/Tasnim News Agency reporter)
  • Pejabat keamanan Lebanon menyebut Hizbullah menerima puluhan juta dolar dari Iran dan memanfaatkan tiga bulan untuk menyiapkan pasukan serta persediaan senjata menghadapi Israel.
  • Dana Iran sebelumnya dilaporkan digunakan Hizbullah untuk kompensasi rumah rusak dan kebutuhan pengungsi Lebanon, sementara Pemerintah AS membantah adanya aliran dana tersebut.
  • Israel masih menyerang Lebanon selatan meski ada kesepakatan Juli; Hizbullah disebut minim perlawanan karena kekurangan personel dan senjata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hizbullah dikabarkan sudah mendapatkan suntikan dana dari Iran untuk membantu mereka melanjutkan perang melawan Israel. Kabar tersebut disampaikan oleh salah satu pejabat keamanan Lebanon yang enggan disebut namanya pada Senin (26/10/2026) kemarin. 

Pejabat tersebut mengatakan bahwa Hizbullah sudah menggunakan waktu selama tiga bulan untuk mempersiapkan diri agar bisa melakukan serangan ke Israel. Dalam periode waktu tersebut, milisi itu menyiapkan pasukan dan persediaan senjata dengan bantuan dana yang disumbang Iran. 

1. Hizbullah menerima puluhan juta dolar dari Iran

potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

Sumber lain mengatakan bahwa Hizbullah saat ini sudah menerima bantuan dana dari Iran untuk memerangi Israel sebesar puluhan juta dolar Amerika Serikat (AS). Dana tersebut dikirim usai Iran menyumbang 200 juta dolar AS ke Hizbullah untuk membantu warga Lebanon yang terpaksa mengungsi akibat terdampak serangan brutal Israel. Bantuan tersebut sudah diterima Hizbullah pada September lalu.

Dilansir Jerusalem Post, dana tersebut sudah disalurkan oleh Hizbullah untuk membantu korban serangan Israel di Lebanon pada awal Oktober lalu. Bantuan tersebut digunakan sebagai biaya kompensasi rumah mereka yang rusak karena serangan Pasukan pertahanan Israel (IDF) dan untuk memenuhi kebutuhan selama berada di pengungsian.

2. AS membantah Hizbullah dapat bantuan dana dari Iran

Gedung Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di Washington D.C. (flickr.com/Tony Webster via commons.wikimedia.org/Tony Webster)

Namun, Pemerintah AS membantah bahwa Hizbullah telah mendapatkan bantuan dana dari Iran. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS mengatakan bahwa Hizbullah tidak mungkin menerima aliran dana dari Iran. Sebab, Washington saat ini sedang meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Teheran sehingga mereka tidak bisa mengirim bantuan dana kepada pihak mana pun.

“Uang itu tidak ada. Hizbullah berusaha menyelamatkan muka mereka dengan cerita palsu tentang masuknya uang tunai dari Iran," ujar Juru Bicara Kemlu AS, Tommy Pigott, merespons kabar aliran dana dari Iran ke Hizbullah, seperti dilansir Times of Israel.  

3. Perlawanan Hizbullah terhadap Israel menurun

potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

Hingga saat ini, Israel masih melakukan serangan ke Lebanon selatan. Padahal, dalam perjanjian dengan Lebanon pada Juli lalu, Israel sepakat menghentikan serangan dan menarik mundur semua pasukannya dari wilayah tersebut. Serangan terbaru Israel ke Lebanon selatan terjadi pada Minggu (25/10/2026) pekan lalu. Ketika itu, serangan diluncurkan ke wilayah Nabatieh, Marjayoun, dan Bint Jbeil. 

Meski Israel terus menyerang, Hizbullah tidak banyak melakukan perlawanan. Sebab, mereka saat ini dikabarkan sedang kehabisan pasukan dan senjata untuk membalas serangan Tel Aviv. Kendati demikian, Hizbullah diprediksi akan segera menyerang Israel karena mereka kini sudah mendapatkan bantuan dana dari Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article