Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dubes AS untuk Israel Kunjungi Warga Palestina di Tepi Barat
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0>, via Wikimedia Commons)
  • Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee mengunjungi Turmus Ayya dan bertemu warga Palestina, termasuk keluarga warga AS yang tewas dalam serangan pemukim Israel.
  • Huckabee meminta Israel menindak pemukim pelaku kekerasan, tetapi menyatakan Kedutaan AS hanya dapat memengaruhi dan menyoroti masalah tanpa wewenang bertindak langsung.
  • Sejak 2024, sedikitnya enam warga Palestina-AS tewas di Tepi Barat; warga Turmus Ayya melaporkan intimidasi dan perusakan yang meningkat oleh pemukim Israel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee, mengunjungi kota Turmus Ayya di Tepi Barat yang diduduki pada Sabtu (5/9/2026). Di sana, ia bertemu dengan sejumlah warga Palestina, termasuk kerabat warga negara AS yang tewas akibat serangan pemukim Israel.

Dilansir France24, Huckabee, seorang pendeta Baptis dan pendukung setia permukiman Israel, menggambarkan pertemuannya di Turmus Ayya sebagai pertemuan yang konstruktif. Ia mengatakan bahwa pemerintah Israel perlu mengambil tindakan terhadap para pemukim yang melakukan kekerasan. Menurutnya, para perusuh yang dianggap telah merusak reputasi Israel tersebut hanya segelintir orang saja.

Huckabee juga menyampaikan kepada warga AS keturunan Palestina bahwa Kedutaan Besar AS tidak memiliki wewenang untuk mengambil tindakan. Kedutaan hanya dapat berupaya memengaruhi dan menyoroti persoalan-persoalan yang menurut pemerintah AS perlu diperbaiki.

1. 6 warga Palestina-AS tewas akibat serangan Israel di Tepi Barat sejak 2024

pasukan Israel ( / IDF Spokesperson's Unit)

Salah satu orang yang bertemu dengan Huckabee pada Sabtu adalah Hadeel Jabara, seorang ibu dua anak yang berkewarganegaraan Palestina-AS. Suaminya, Omar, warga negara AS, tewas dibunuh oleh pemukim Israel pada 2023.

Jabara menggambarkan pertemuannya dengan Huckabee sebagai sesuatu yang positif. Ia mengaku khawatir akan keselamatan anak-anaknya dan berharap pemerintah AS dapat membantu melindungi warganya.

Sejak 2024, sedikitnya enam warga Palestina-AS telah tewas, baik akibat serangan militer maupun pemukim Israel.

2. Pemerintah AS diminta bertindak lebih tegas terhadap Israel

ilustrasi tank-tank Israel di Tepi Barat (Aokiji Sama, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

Sementara itu, Yasser Alkam, seorang warga AS keturunan Palestina sekaligus juru bicara pemerintah kota, tidak sependapat dengan pernyataan Huckabee yang menyebut hanya beberapa ratus pemukim yang melakukan kekerasan terhadap warga Palestina. Menurutnya, jumlahnya mencapai ribuan, bukan lagi ratusan.

Ia juga menilai bahwa pemerintah AS memiliki kekuatan untuk menekan Israel agar menghentikan kekerasan tersebut.

"Amerika Serikat sebenarnya memiliki kekuatan untuk menekan Israel agar setidaknya menangkap para pemukim ini, yang identitasnya sudah diketahui oleh pihak berwenang. Mereka bisa mengidentifikasi satu per satu dan menangkap mereka jika mereka mau, asalkan ada tekanan yang memadai dari kedutaan besar AS dan pemerintah AS," jelas Alkam.

3. Warga Turmus Ayya kerap alami intimidasi dari para pemukim Israel

Tentara Israel dan pendukung Marwan Barghouti (KafrAdDeek, CC0, via Wikimedia Commons)

Dilansir CNA, serangan pemukim Israel di Tepi Barat meningkat tajam sejak pemerintahan koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mulai berkuasa pada akhir 2022. Sejumlah permukiman pun telah didirikan di sekitar Turmus Ayya. Warga setempat mengatakan, mereka kerap mengalami intimidasi dari pemukim Israel garis keras dan tidak mampu mencegah mereka memasuki kota serta merusak rumah-rumah warga.

Permukiman Israel di Tepi Barat ilegal berdasarkan hukum internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sebagian besar negara menganggap wilayah tersebut sebagai wilayah yang diduduki. Namun, pemerintah Israel menyatakan bahwa wilayah itu merupakan wilayah yang disengketakan, bukan wilayah yang diduduki. Israel telah menduduki Tepi Barat sejak 1967.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article